oleh

Zikir, Kunci Mohon Pertolongan Sang Pencipta

-Metropolis-230 views

PRABUMULIH – Ditengah kondisi sulit sekarang ini, Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. Lalu, Tarif Dasar Listrik (TDL) naik dan pajak kendaraan naik. Belum lagi, sejumlah bencana yang dihadapan bangsa Indonesia.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sabtu lalu (7/11) mengajak seluruh pengurus, kader dan simpatisannya. Berzikir, melafazkan ayat suci alquran untuk meminta pertolongan dari sang pencipta agar permasalahan bangsa ini bisa teratasi dan tidak lagi menyulitkan masyarakat.

Drs H Moch Iqbal Romzi, selaku nara sumber mengajak, umat islam tidak lupa berzikir. Karena, berzikir kunci memohon pertolongan sang pencipta dari kesulitan yang dihadapi. Politisi PKS ini mengisahkan pada perang badar, pasukan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW atau rosulullah hanya 300 prajurit dan minim perbekalan.

“Sementara itu, musuh yang dihadapi memiliki 1.300 prajurit dengan perbekalan cukup dan lengkap. Rosulullah pun sempat bingung dan stress, karena hitungan diatas kertas pasukannya jelas kalah,” kata Anggota DPR RI asal Sumatera Selatan (Sumsel).

Ungkapnya, menjelang malam hari sebelum perang. Rosulullah pun berzikir dengan beristiqosah, untuk memohon pertolongan sang pencipta. Bahkan, ia berkata kepada Allah SWT. Kalau engkau musnahkan pasukan ini, maka tidak akan ada lagi yang memperjuangkan agama dan juga menyembahnya.

“Ketika itu, sahabat Nabi Abu Bakar mengatakan kepada nabi. Kalau doa telah disampaikan, tinggal lagi menunggu jawaban dari Allah maha besar. Sehingga, saking stresnya keduanya tertidur pulas hingga pagi dan akhir kembali bugar,” ceritanya.

Ternyata, kata Ustadz Iqbal Romzi, zikir rosulullah tersebut dijawab. Setelah, Allah mengujinya terlebih dahulu. Rosulullah pun dibantu sang pencipta secara berturut-turut, sehingga akhirnya bisa memenangkan perang tersebut.

“Berzikir sangat dianjurkan dalam agama islam, guna memohon pertolongan dan bantuan dari sang pencipta,” akunya.

Ketua DPD PKS, H Adhy Chandra ST mengatakan, zikir dan tausiyah akbar ini sengaja diadakan diawal tahun, supaya ke depannya bangsa ini terhindar dari bencana dan keprihatinan.

“Setelah Gempa di Pidie, Aceh. Kini giliran banjir bandang di Bima. Bangsa ini tengah dicoba, apalagi semuanya kini naik. Mudah-mudahan zikir dan tausyiah akbar yang kita lakukan bisa sedikit meringankan permasalahan bangsa ini,” pesannya.

Sebutnya, ujian dan cobaan yang diberikan tersebut mengajarkan semuanya untuk introspeksi diri dan juga bersabar serta kembali kepadanya.”Agar negeri ini bisa kembali dicintai dan kembali seperti apa adanya,” tukasnya. (06)

News Feed