oleh

Zidane Ogah Mundur

-Olahraga-12 views

KIEV – Kalah atas Shakhtar Donetsk di Liga Champions, nasib pelatih Real Madrid Zinedine Zidane tak menentu. Namun, Zidane yakin Madrid akan menemui jalan keluar yang baik.

Pada match day ke-5 Liga Champions, sebenarnya Madrid mampu mengendalikan jalannya pertandingan atas tuan rumah, Shakhtar Donetsk. Namun, El Real gagal memaksimalkan banyak peluang. Hasilnya pulang dengan kekalahan 0-2. Meski kalah memalukan, Zidane yang sukses menukangi Madrid di era Cristiano Ronaldo, ogah mundur dari posisinya.

“Saya tidak punya keinginan untuk mengundurkan diri, tidak sama sekali. (Dalam sepak bola) masa sulit itu selalu ada, dan saat ini kami memang kurang beruntung. Namun bukan berarti kami harus menyerah. Saya memiliki kekuatan untuk membalikan keadaan, dan akan saya kerahkan segalanya untuk mewujudkan itu. Demikian pula para pemain,” kata Zinedine Zidane usai laga, yang dikutip FIN dari BBC Sport, Rabu (2/12).

Kekalahan ini bagi Real Madrid, sebenarnya sebuah pukulan telak di wajah mereka. Dalam musim ini Madrid selalu kalah bertemu dengan klub asal Ukraina itu. Ketika bertemu di Stadion Alfredo Di Stefano, Real Madrid harus mengakui keunggulan lawan 2-3.

“Sebenarnya kami bermain bagus dan pantas mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun yang terpenting saat ini adalah, bagaimana bagi kami untuk bisa bangkit dari kekalahan ini, kemudian bersiap-siap untuk laga (penentu) berikutnya,” tambah pelatih nomor dua paling sukses dalam sejarah Madrid itu.

Dengan satu laga tersisa, El Real harus mampu mengalahkan pemuncak klasemen Grup Borussia Monchengladbach, jika masih ingin berlaga di kompetisi sepakbola tertinggi Eropa tersebut. Jika saja mampu menemukan permainan terbaiknya, Madrid bisa saja mengikuti jejak Inter, yang sebelumnya menundukan Grup Borussia Monchengladbach dengan kemenangan tipis 3-2.

Akibat kekalahan ini, eks pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino, digadang-gadang bakal menggantikan posisi Zidane. Pochettino yang sudah sejak lama dikait-kaitkan dengan tranfer Madrid, khususnya kala bersinar bersama Tottenham, adalah salah satu pelatih, yang mengisi daftar teratas pelatih terfavorit Los Blancos. Dengan kejadian ini, rumor pun kembali mengaitkan keduanya.

Sementara petinggi Inter Milan, Beppe Marotta, menanggapi kekalahan Madrid, menyebut jika Grup B Liga Champions adalah yang paling kompetitif. Dan bahwa beberapa laga terakhir ini akan sangat menentukan arah sebenarnya dari kompetisi ini.

“Grup ini mendadak jadi grup yang paling seimbang di banding lainnya. Kami akan membutuhkan tiga poin di laga akhir, ini sudah tidak bisa ditawar lagi. Sementara babak terakhirnya akan sangat menentukan arah kualifikasi, tidak hanya ke Babak 16 Besar (Champions League), namun juga Europa League,” ucap Marotta.

Hasil match day 5, persaingan tim di grup B semakin panas. Semua tim masih berpeluang lolos ke babak knock out 16 besar. Klasemen sementara Monchengladbach menempati posisi teratas dengan poin 8, diikuti Donetsk dan Madrid di posisi dua dan tiga dengan poin sama tujuh. Sementara Inter Milan jadi juru kunci dengan poin 5.(ruf/gw/fin)

Komentar

News Feed