oleh

Wisma Atlet Bakal Ditutup

-Metropolis-23 views

//Prabumulih Siap Tampung Pasien Covid-19

//Gejala Ringan Isolasi di Rumah

PRABUMULIH – Rumah Sehat Covid-19  di Wisma atlet Jakabaring yang selama ini menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19, akan ditutup.

Hal itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Sumsel 044/SE/Dinkes/2020, tentang penghentian operasional Rumah Sehat Covid-19 di Wisma Atlet Jakabaring, 31 Agustus mendatang.

Nah, terkait itu Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih sudah menyiapkan Rumah Sakit  bila ada pasien covid-19 di Kota Prabumulih. “Kita siap galo, selama ini kita siap. Penyakit dalam siap. Sekarang dalam posisi kosong kalau tidak salah (RSUD,red),” kata Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM dibincangi terkait SE penghentian operasional rumah sehat Covid-19 di wisma atlet Jakabaring.

Disinggung apakah peralatan yang ada di RS Prabumulih khususnya RSUD sudah memadai, dan memiliki ventilator. Dimana diketahui ventilator merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien yang mengalami masalah pernapasan. “Termasuk ventilator ada kita siap,” tegas Ridho.

Sementara Kepala Dinas Dr H Happy Tedjo S MPh mengatakan, memang untuk pasien tanpa gejala tak lagi diisolasi di wisma atlet Jakabaring. “Sekarang yang tidak ada gejala isolasi di rumah, kalau gejala berat di rumah sakit,” kata dr Tedjo.

Karena itulah kata dia, saat ini masyarakat harus diedukasi untuk siap menerima bila ada pasien positif. “Kita harus menerima orang kalau positif isolasi di rumah, jangan ke rumah sakit. Yang di rumah sakit yang gejala berat,” tuturnya.

Sebab terang dia, pasien yang isolasi di rumah akan lebih mudah pulih karena mendapat dukungan dari keluarga. “Kalau diisiolasi kan jauh banyak fikiran, kalau di rumah sendiri masih terhibur. Hanya memang kalau ada yang positif, keluarga yang sehat baiknya keluar dulu,” imbuhnya.

Sementara untuk ventilator, dr Tedjo mengaku alat bantu pernapasan tersebut ada di ICU Rumah Sakit. Sehingga bila ada pasien yang dalam kondisi darurat masih bisa ditangani oleh rumah sakit. “Ada kita, kitakan kalau disini rumah sakitnya istilahnya RS darurat,” ungkapnya.

Namun kata dia, meski RS yang ada di Kota Prabumulih tetap bisa menampung pasien covid-19. Bagi pasien yang sudah gejala sangat berat tetap akan dirujuk ke RS di Palembang. “Yang gejala berat masih ke RS yang lebih tinggi. Yang tidak lagi itu yang diisiolasi ke wisma atlet,”bebernya.

Dalam kesempatan itu, sekertaris dinas drg Sri Widiastuti menambahkan untuk swab tetap dilakukan di Palembang. Hanya saja saat ini RSUD Kota Prabumulih dalam persiapan untuk melakukan alternatif untuk pemeriksaan Covid-19. “Sudah ada pesetujuan dari pak wali untuk mengaktifkan alat untuk pemeriksaan TB, tapi ada penambahan alat. Tapi jumlah terbatas karena bukan yang PCr, bisa juga meriksa tapi bukan jumlah besar jadi kita banyak alternatif nanti, tapi proses ya,” tukasnya. (08)

 

 

Komentar

News Feed