oleh

WISATA HATINYA PKK

-Metropolis-56 views

//Tempat Edukasi, Bisa Berselfie dan Panen Sendiri

TEMPAT wisata tak melulu identik dengan danau, pantai ataupun gunung. Ini dibuktikan oleh warga Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur.

Ya, warga RT 4 RW 3 Kelurahan Gunung Ibul dibawah kepemimpinan Lurah Joko Arif dan bimbingan Ketua PKK Kelurahan Hana Monica mampu menyulap lahan kosong menjadi tempat wisata nan menyejukkan.

“Ada kawasan HATINYA PKK, Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman bersama tim penggerak PKK di jalan Swadaya dan jalan Aru RT 4 RW 3,” kata Lurah Kelurahan GIB Joko Arif.

Dikatakan Joko Arif, selain memiliki taman toga HATINYA PKK dikawasan cukup komplit,  ada pojok tanam, pasar tani rumah bibit, budidaya ikan lele dalam ember, budidaya ikan hias, dan masih banyak yang lainnya.

Khusus taman toga merupakan hasil kreativitas Lurah GIB beserta warga dan  KWT swadaya menyulap.  “Saat ini toga GIB keren untuk dikunjungi,” ucapnya.

Menariknya lagi, lahan HATINYA yang memiliki paket komplit ini  bisa menjadi pilihan wisata edukasi bagi masyarakat. “Disini juga dapat mempelajari cocok tanam baik toga,  sayuran, tanaman hias,  bahkan yg lebih unik lagi ada budidaya pakan ikan cacing sutra. Bisa juga menjadi lokasi pilihan berselfie,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Arif Arnic ini berkeinginan, wisata HATINYA  PKK menjadi tempat edukasi bagi pelajar di Kota Prabumulih. “ Selain tempat berfoto, disini nanti bisa jadi tempat anak anak atau pelajar belajar budi daya serta mengerti tentang ketahanan pangan yang memanfaatkan perkarangan rumah, “ jelasnya.

Ia bersyukur, usaha keras pihak kelurahan, TP PKK kelurahan . Kelurahan GIB menjadi pemenang lomba HATINYA PKK tingkat Kota yang akan melaju ke tingkat Provinsi. “Sebetulnya tidak ada berfikir lomba saja, karena memang kawasan toga dan alhamdulillah bagi kamu juara bonusnya” lanjutnya yang mengucapkan terimakasih kepada Ketua dan wakil Ketua TP PKK kota yang selalu memberikan arahan.

“Mudah mudahan kawasan ini meluas diikuti RT RW yang lain, karena bercocok tanam dan misal budi daya lele tidak terlalu di perlukan halaman yang sangat luas,  yang penting kemauan dan kekompakan, hal utama.  Kawasan  kompak dapat menjadikan lingkungan yang produktif,” tukasnya mengakhiri.(08)

 

 

 

Komentar

News Feed