oleh

Waspadai Peredaran Telur Gagal Tetas

PRABUMULIH – Sempat beredar telur palsu di Kota Nanas ini, informasi dari masyarakat. Ternyata, setelah dicek Dinas Pertanian merupakan telur upkiran dan memang tidak layak konsumsi.

Karena, nilai gizinya tidak ada lagi dan cendrung bisa menimbulkan keracunan jika dikonsumsi.

Oleh karenanya, Dinas Pertanian mengimbau, masyarakat agar tidak terbuai dengan harga murah dijual pedagang tidak bertanggung jawab.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pertanian, Drs Syamsurizal SP MSi melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet), Iswan Hadi SP.

“Bukan telur palsu, tetapi telur upkiran atau telur gagal tetas. Sengaja dijual murah, supaya cepat habis. Makanya, harus berhati-hati karena telur tersebut tidak ada gizinya lagi,” jelasnya kepada awak media.

Ungkapnya, kejadian ini harus dijadikan pelajaran. Agar masyarakat, jangan terpancing harga murah membeli telur.

“Patut curiga kita kenapa dijual murah, pasalnya di pasaran saja harga telur Rp 21 ribu. Jika ada lagi, sebaiknya laporan kepada kita segera. Untuk dilakukan pengecekan, sehingga tidak membahayakan masyarakat,” tukasnya.

Senada juga dibenarkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Ir H Pribadi Rosa Suroso melalui Kabid Perdagangan, Eviana SKM MSi. Ia menyebutkan, sudah mendapat laporan dan langsung melakukan pengecekan soal, indikasi telur palsu.

“Setelah kita cek, memang bukan telur palsu. Tetapi, telur upkiran sebutannya alias telur gagal tetas,” lanjutnya.

Disebutkannya, telur gagal tetas jika dikonsumsi tidak ada nilai gizinya. Dan, juga bisa menyebabkan keracunan, jika terinfeksi bakteri.

“Makanya, dalam membeli telur hendaknya bijak dan lebih teliti lagi. Dan, tidak terpancing harga murah,” pungkasnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH dikonfirmasi melalui Kasat Intel, AKP Aan Sumardi SE MM mengatakan, kalau mendapat informasi tersebut sudah melakukan lidik. “Betul, bukan telur palsu. Tetapi, telur upkiran. Hasil pengecekan Disperindag dan Dinas Pertanian tidak layak jual, dan pedagangnya telah kabur usai kita cari,” tukasnya.

Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM dikonfirmasi terkait hal itu, mengatakan akan menurunkan petugas dilapangan. “Himbauan kepada pedagang, jangalah seperti itu, tapi barang itu didalam mungkin dia tidak tau juga. Tapi kalau memang dijual murah dan sengaja itu segera tarik, kalau ada apa-apa dengan pemakainya dia harus bertanggung jawab,” tegas Ridho

Sementara Ketua DPRD Sutarno SE, menyayangkan ulah dari oknum-oknum yang mencari keuntungan. Apalagi kata dia, barang yang dioplos merupakan bahan pokok yang paling sering dikonsumsi masyarakat. “Dinas intansi terkait harus kontinyu turun kelapangan untuk mengecek produksi ternak telur yang ada di Prabumulih,” imbaunya.

Dinas terkait lanjut Sutarno, haruslah melakukan pengawasan tak hanya pada peredaran telur namun bahan pokok yang ada dipasar. “Pengawasan jangan hanya dilakukan saat kejadian, tidak pada telur saja tapi yang lain-lain juga. Dinas terkait harus proaktif,” tegasnya.

Sementara terkait informasi telur yang datang dari luar kota Prabumulih, menurut Sutarno hal itu tetap bisa dilakukan upaya pencegahan. Yakni dengan melakukan sidah-sidak ke agen-agen telur yang ada di Prabumulih. “Dinas perdagangan harus intens sidak ke penyalurnya, kan pintu masuknya jelas ada agen,” tukasnya.

Telur yang gagal menetas dan tak layak konsumsi, diduga juga sudah beredar disekolah-sekolah. Yakni dimanfaatkan oleh oknum tertentu, dengan menjual jajalan kerak telur.

“Beli cumo Rp 7 ribu sekilo, dijual disekolah jadi banyak nian untungnyo,” ungkap Ima dan beberapa orang tua lainnya.

Ia berharap dengan informasi yang beredar tersebut, pihak sekolah maupun dinas kesehatan melakukan pengawasan terhadap jajanan anak disekolah. “Sebab kalau temakan anak-anak bahayo, sementaro pedaang kerak telok ini banyak. Kito sebagai wong tuo khawati bae kalau ado oknum yang memanfaatkan, meskipun idak semua pedagang cak itu,” pungkasnya. (03/08)

Komentar

News Feed