oleh

Warga Resah Ada Warung Tuak Dekat Masjid

PRABUMULIH – Warga Jalan Kerinci Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur belakangan ini resah.

Pasalnya, ada warung tuak sudah cukup lama menjalankan bisnisnya di sekitar Masjid Ansorullah.

Setiap malam, informasi dihimpun koran ini dari warga sekitar, cukup banyak orang minum tuak hingga mabuk di warung tersebut sampai larut malam.

Ardi, salah warga dibincangi koran ini tidak menampik hal itu. Ia menceritakan, awal keberadaan warung tersebut hanya warung makanan biasa.

“Tetapi, belakangan dijadikan warung menjual tuak. Ampir setiap malam, warung tuak itu ramai peminum hingga dini hari,” sebutnya kepada awak media, Rabu (2/10).

Informasi dihimpun tuakdidapat,sengaja dibeli dari Palembang. Untuk dijual pemilik warung ke pelanggannya, setidakjerigenan tuak dibeli.

“Bukan hanya tempat minum tuak, warung tersebut juga diduga sebagai tempat transaksi jual beli narkoba,” jelasnya.

Pak De, warga lainnya juga tak menampik, kalau aktivitas warung tuak tersebut sangat menganggu dan meresahkan. Apalagi, berada sekitar 40 meter dari masjid.

“Harapan kita warung tuak tersebut segera ditutup. Ditakutkan, bisa memicu tindak kriminal. Apalagi, pelanggannya minum hingga larut malam,” terangnya.

Di singgung sebagai tempat peredaran narkoba, jelasnya kurang mengetahui. “Kalau malam-malam sering rame di warung tersebut, banyak orang minum tuak. Itu benar,” tambahnya.

Terpisah, Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH menjelaskan, akan menyelidiki hal itu terlebih dahulu.

Ia menyebutkan, bakal menerjunkan Timsus Tantura untuk menyambangi warung tuak informasinya sudah meresahkan masyarakat sekitar.

“Terima kasih informasinya, kita cek dahulunya. Kebenaran informasinya, kita temukan Timsus Tantura mengeceknya,” ucap Wayan, sapaan akrabnya.

Masih kata dia, kalau memang benar terjadi. Khususnya, sering sebagai lokasi minum tuak dan transaksi narkoba. “Kita tidak segan-segan menikmatinya sesuai hukuman dan aturan berlaku,” tandasnya. (03)

Komentar

News Feed