oleh

Warga Prabumulih Ditemukan Membusuk di Pondok Desa Bitis

-Ringkus-70 views

MUARA ENIM – Sesosok mayat laki-laki sudah dalam keadaan membusuk ditemukan pada Minggu (25/8), sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah Pondok di Kebun berada di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Penemuan mayat tersebut mengejutkan warga sekitar, sehingga menimbulkan kehebohan. Belakangan, diketahui identitas sesosok mayat laki-laki tersebut. Sebagai, Adam Munawir (39), warga Jalan Srikandi No 39 RT 05/RW 05 Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat.

Informasi dihimpun dari sumber kepolisian menyebutkan, pertama kali ditemukan istri korban Ninik Payung (34), datang bersama adik iparnya, Doni Eko Prasetyo (20) bersama anak korban. Datang ke Pondok tersebut, dan curiga pintu terkunci dari dalam.

Lalu, Ninik berinisiatif menyuruh adik iparnya membuka pondok dari jendela. Alangkah, terkejutnya ia mendapati suaminya sudah terbujur kaku dan membusuk dalam posisi tengkurap.

Selanjutnya, Ninik menelpon ibunya dan mengabarkan suaminya telah meninggal. Sementara itu, adik korban memberitahu warga sekitar dan menelpon pihak kepolisian soal penemuan mayat tersebut.

Kemudian, istri korban langsung menelpon ibunya dan mengabarkan bahwa suaminya sudah meninggal, dan adik korban langsung memberitahukan kepada warga sekitar dan menelpon pihak kepolisian utk melaporkan kejadian tersebut.

“Lah seminggu, laki aku dak balek ke Prabu. Makonyo, kami ke sini sampe jam 5.30 WIB ke Pondok ini. Tahun pintu pondok tekunci, kusoroh adik ipar buka dari jendelo. Dak tahunyo, laki aku lah tekapar ninggal di dalam,” terangnya kepada petugas.

Setelah itu, petugas datang dan mengevakuasi jasad korban bersama warga untuk dibawah ke RSUD untuk visum selanjutnya. Namun sayangnya, istri korban keberatan di otopsi dan menyatakan ikhlas menerimanya kondisi suaminya meninggal tersebut. “Laki aku ini, katek musuh. Mungkin sudah ajalnya, lah nyampe. Aku ikhlas nerima,” terangnya.

Kapolres Muara Enim, AKBP After Juwono SIk SH MH dikonfirmasi melalui Kapolsek Gelumbang, AKP Dwi Satya Arian SIk membenarkan kejadian tersebut. “Hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Diduga, korban meninggal karena sakit di deritanya. Jasadnya, sudah dibawah ke RSUD usai dievakuasi,” bebernya.

Lanjutnya, istri korban enggan jasad suaminya diotopsi dibuktikan dengan menandatangani materia. “Usai tersebut, jasad korban dibawah keluarga pulang untuk dimakamkan secara layak,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed