oleh

Warga Mulai Kendor Gunakan Masker

-Metropolis-62 views

PRABUMULIH –  Protokol Kesehatan (protkes) pencegahan covid-19, yang terus digaungkan oleh pemerintah kota (Pemkot) untuk menjaga kota Prabumulih zero covid tak didukung penuh dari masyarakat.

Terbukti, sejak penerapan new normal justru protkes pencegahan covid-19 dikalangan masyarakat menjadi lemah, itu terlihat dari penggunaan masker yang mulai kendor.

Penggunaan masker yang mulai kendor tak hanya terlihat di jalan umum, jalan perkampungan, namun juga dikerumunan seperti pasar.

“Sudah dak seketat saat PSBB dulu yang pake masker, di Pasar apolagi kalangan masih banyak yang dak pake masker,” kata Hafiz salah satu warga yang mengeluh masih banyaknya pembeli dan pedagang yang tak menggunakan masker di kalangan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur.

Dr Indah Oktariani yang juga merupakan Kepala Puskesmas Prabumulih Timur, mengakui penggunaan masker yang kini mulai kendor. “Masyarakat sudah mulai kendor lagi setelah new normal. Dan kita tetap konsisten untuk penyuluhan agar masyarakat patuh terhadap protkes kesehatan,” tuturnya seraya mengatakan salah satu sosialisasi dilakukan di kalangan Gunung Ibul pada Sabtu lalu.

Kepala Puskesmas Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan, Wahyuni Eka Septika SKM Mkes, mengaku sangat prihatin dan sedih dengan prilaku sebagian masyarakat yang tak lagi mematuhi protokol kesehatan.

“Masyarakat menganggap new normal  dan zona hijau sudah bebas covid. Padahal new normal bukan berarti sudah bebas covid, protokol kesehatan harus lebih eksta lagi dilaksanakan,” tegas Wahyuni.

Yuyun begitu disapa menerangkan, protkes pencegahan covid harus lebih ekstra dari sebelumnya mengingat dimasa new normal masyarakat sudah kembali beraktivitas. “Masyarakat sudah bebas keluar masuk sejak diterapkan new normal, kita tidak pernah tau siapa yang OTG, ODP. Dengan tetap patuh protkes menggunakan masker yang sakit tidak akan menular ke orang lain. Begitupun sebaliknya,” imbuhnya.

Nah, meskipun new normal masyarakat sudah boleh beraktivitas namun ia tetap berharap untuk tetap menghindari keramaian. “Menghindari keramaian lebih baik, kalaupun harus diantara keramaian harus tetap jaga jarak. Selalu mencuci tangan dengan sabun,” pesannya.

Sementara itu tak hanya Dinas Kesehatan melalui Puskesmas di masing-masing wilayah kerja. Sosialisasi agar masyarakat tetap patuh dan lebih ekstra menjalankan protokol kesehatan juga disampaikan oleh Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM. Dalam video singkat yang dirilis oleh Humas Kota Prabumulih, Ridho mengajak masyarakat tetap patuh terhadap protkes. “New normal artinya, walaupun zona hijau kita hars tetap protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, new normal dengan tetap memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan patuh protokol kesehatan lainnya,” kata Ridho.

Dengan patuh terhadap protokol kesehatan lanjut Ridho, Kota Prabumulih bisa mempertahankan zona hijau. “Insya Allah kalau kita patuh dengan protokol kesehatan, Prabumulih akan normal dan hijau selamanya,” tukasnya.

Sosialisasi juga disampaikan oleh Ketua TP PKK Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho. Dalam sosialisasi melalui pesan suara, Ngesti mengajak masyarakat patuh dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan patuh terhadap protkes lainnya. “Mari kita tetap waspada dan taati protokol kesehatan dengan baik,” ajak istri orang nomor satu Bumi Seinggok Sepemunyian ini. (08)

 

 

 

Komentar

News Feed