oleh

Warga Keluhkan Lampu Jalan Banyak Rusak dan Mati

-Metropolis-22 views

PRABUMULIH – Permasalahan lampu jalan sering mati dan rusak, sejauh ini belum ada solusi. Pemerintah kota (Pemkot) sendiri, informasinya telah mengusulkan perbaikan lampu jalan dengan pengelolaan sebanyak empat kali. Belakangan, selalu belum disetujui dewan.

Dari 7 ribu lampu jalan di Kota Nanas ini, hanya 1.600-an yang hidup. Sisanya, semuanya rusak dan mati.

Buyung Darmawan, Ketua RT 1 RW 03 Kelurahan Gunung Ibul Barat (GIB) mengungkapkan, sangat menyesalkan, usulan perbaikan lampu sejauh ini masih menggantung alias belum disetujui.

“Di kampung sini (RT 01, red), karena banyak lampu jalan mati dan rusak menjadi gelap dan rawan tindak kejahatan. Harapan kita, segera diperbaiki lampu jalan rusak dan mati itu,” terang Buyung kepada awak media, Selasa (8/9/2020).

Ungkapnya, jika semua lampu jalan hidup di Kota Nanas ini. Prabumulih, akan terang bederang dan kerawanan kejahatan bisa diminimalisir. “Kita berharap usulkan Pemkot ke Dewan, terkait perbaikan lampu jalan bisa disetujui. Sehingga, semua lampu jalan terawat dan tidak lagi banyak rusak dan mati,” harapnya.

Nasar sumber terpercaya di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot) memberikan informasi, tidak mengetahui sabab musabab belum disetujui usulan perbaikan lampu jalan tersebut hingga kini belum ada solusi.

“Betul, sudah empat kali diusulkan. Soal lampu jalan ini, namun belum ada lampu hijau. Untuk jelasnya, tanyakan ke dewan langsung,” sarannya.

Menurutnya, ada rencana pengelolaan dan perbaiki lampu jalan, diserahkan kepada pihak ketiga. “Sehingga, jika ada yang rusak dan mati. Bisa diperbaiki dan lampu tetap hidup serta suasana malam Prabumulih terus terang benderang buka seperti sekarang ini,” tukasnya. (03)

Usulan Perbaikan Pakai KBPPU Terganjal Aturan

TERKAIT Usulan pengelolaan dan perbaikan lampu jalan yang ditolak DPRD, setelah empat kali diusulkan.

Wakil Ketua I DPRD, H Ahmad Palo SE menyebutkan, alasan belum disetujui karena terbentur atau terganjal aturan. “Memakai pola atau sistem KBPPU dalam pengelolaan dan perbaikan lampu jalan, tidak diperbolehkan. Makanya, DPRD belum menyetujuinya dan bukan menolak,” tegas Palo kepada awak media, Selasa (8/9/2021).

Dia menegaskan, pada 2021 DPRD dan Pemerintah kota (Pemkot) sudah menyetujui dan sepakat menggunakan APBD untuk pengelolaan dan perbaikan lampu jalan.

“Itu sesuai aturan, dan diperbolehkan. Jangan sampai, kebijakan yang kita keluarkan melanggar aturan dan menjadi masalah hukum di belakang hari,” terang Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Lanjutnya, terkait usulan Pemkot dengan dana Rp 12,5 miliar pada 2021 masuk dalam APBD tahun depan. “Sekarang ini, masih dalam tahap pembahasan di DPRD. Mudah-mudah, bisa disetujui sehingga pengelolaan dan perbaikan lampu jalan bisa dimulai,” bebernya. (03)

 

Komentar

News Feed