oleh

Warga Dipaksa Beli Obat Jentik Nyamuk. Delapan Pelaku Diamankan

-Kecamatan-383 views

PRABUMULIH – Munculnya penyakit DBD dan Malaria mulai dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjual obat pembasmi jentik nyamuk.
Seperti yang terjadi di Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat pagi kemarin (12/3). Warga RW 2 mendadak heboh lantaran dipaksa untuk membeli obat pembasmi jentik nyamuk Temephos.
Menariknya lagi dalam aksi penjualan yang dilakukan oleh 8 oknum warga yang berasal dari Kabupaten Tanggamus Lampung itu membawa surat tugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus.
Lantaran curiga dan merasa dipaksa serta dibohongi, warga menjadi kesal hingga akhirnya sempat menggelandang 8 orang yang terdiri dari 5 laki-laki dan 2 perempuan itu kerumah ketua RW setempat untuk diamankan.
Sejumlah warga yang mengaku dipaksa membeli obat mengaku, para penjual tersebut masuk kedalam rumah tanpa permisi. Bahkan tak sedikit diantaranya yang sudah tertipu seperti dihipnotis untuk membeli obat yang dijual seharga Rp 10 ribu hingga Rp 40 ribu itu.
“Kejadian jam 9 lewat, ado wong datang langsung masuk rumah kami tekejut. Pas masuk langsung ditawari obat aku nak belilah tapi langsung ditegur tetanggo yang datang,” kata Yunim.
Warga lainnya Nur Aida mengungkapkan pengakuan yang sama, meski sudah menolak namun beberapa dari oknum tersebut masih saja memaksan untuk membeli obat yang dijajakan. “Pokoknyo makso, idak pegi dari rumah padahal lah diomongke idak galak,” bebernya.
Sementara itu, Ketua RW 2 Sopian mengungkapkan, diamankannya pedagang obat pembasmi nyamuk tersebut karena warga kesal dipaksa untuk membeli. “Mereka itu makso, pas lagi makso-makso beli warga ini jadi kesal akhirnyo marah iyolah mereka itu kito bawa diminta penjelasan,” bebernya.
Apalagi ungkap Sopian, sepengetahuan masyarakat dinas kesehatan tidak pernah menjajakan obat jentik nyamuk kepada warga. “Setau kami idak katek, apolagi itu hargonyo mahal nian,” imbuhnya.
Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh warga, ungkap Sopian ditemukan banyak obat yang tersimpan dalam mobil dan surat tugas dari dinas kesehatan Tanggamus. “Uji mereka dari sano, tapi yang nandatangan namo mereka itulah. Untungnyo amarah warga bisa diredam, bersama babinsa mereka buat surat perjanjian idak ngulang lagi,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo Thajono S MPh melalui Sekdin dr Hj Hesti W MSi dikonfirmasi menegaskan jika Dinas Kesehatan tak pernah menjual obat pembasmi jentik nyamuk. “Jangan mudah percaya, lihat identitasnya karena petugas kita selalu dilengkapi surat tugas kalau ada kepentingan kerumah warga. Kemudian terkait obat pembasmi jentik nyamuk yakni abate, itu tersedia secara gratis dimasing-masing puskesmas. Bahkan dibagikan gratis melalui masing-masing puskesmas,” pungkasnya. (05)
DIPERIKSA: 8 orang penjual obat jentik nyamuk yang terdiri dari 5 laki-laki dan 2 perempuan saat diamankan di rumah ketua RW.
Photo: ros/prabupos

News Feed