oleh

Warga Desak Penyaluran Gas Kota Dipercepat

PRABUMULIH – Keinginan masyarakat disejumlah kelurahan, untuk segera menikmati gas kota dibulan Puasa nampaknya masih akan tertunda.
Betapa tidak, meski telah terpasang meteran gas kota namun hingga kini aliran gas belum juga terpasang hingga kerumah. Padahal masyarakat sudah sangat berharap, dibulan ramadhan gas sudah bisa mengalir dan digunakan.
“Kalau ampernyo sudah lamo dipasang tapi gasnyo belum jugo teraliri. Belum ado tando-tando wong nak datang nak ngelanjutkenyo sampai biso digunakan,” kata Diana warga kelurahan Majasari.
Sebenarnya ungkap dia, dengan telah menikmati jaringan gas dibulan puasa kekhawatiran kehabisan gas disaat sahur bisa diatasi. “Sebab selamo ini, sering pas sahur nak masak gas habis. Sementara nak beli toko belum ado yang buka, dengan ado gas itu idak takut lagi,” jelasnya.
Warga lainnya, Reni menambahkan rasa bahagia melihat progres gas kota yang sebelumnya sudah terpasang amper kini mulai sedikit sirna. Apalagi belum ada tanda atau tindak lanjut dari petugas agar jaringan gas segera dioperaikan ke perkampungannya. “Sudah sempat senang, puaso lah makai gas. Tapi ini sudah sekat puaso belum jugo ado yang datang,” imbuh warga Kelurahan Gunung Ibul ini.
Senada disampaikan warga Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Indri, warga perumnas III itu mendesak agar Pemerintah kota melalui Perusahaan Daerah Petro Prabu untuk menuntaskan kerja 3 perusahaan konsorsium yang belum selesai.
“Kami berharap pak walikota mengawasi mana yang belum terpasang, karena kami selaku masyarakat sudah tidak sabar dan sangat mendukung program pak wali yang ingin masyarakat menikmati gas di bumi kami sendiri,” jelasnya menambahkan biaya pembayaran yang murah juga akan sangat membantu masyarakat menjadi lebih hemat.
Tanda tanya dan desakan masyarakat terkait jaringan gas tersebut sangatlah beralasan, apalagi perusahaan konsoursium pengerja proyek 32 ribu jaringan gas kota sudah tidak berada di Prabumulih atau telah pindah, dimana terlihat kantor perwakilan PT Wjaya Karya (WK), PT Nindya Karya (NK) dan PT Rekyasa Industri (Rekind) telah tutup.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Direktur PD Petro Prabu, H Azhari H Harun dibincangi wartawan mengungkapkan kerja tiga perusahaan konsursium dalam menuntaskan masukknya api ke sisa rumah tangga dari 32 ribu menjadi tanggungjawab pihaknya.
Dengan demikian kata dia, untuk memasang api gas hingga kerumah akan dilakukan oleh pihaknya. “Masuknya api gas kota ke rumah-rumah warga, kami yang akan menyelesaikan. Dan 32 itu akan diselesaikan, karena itu yang belum tersambung api untuk bersabar,” tukasnya.(05)
BELUM TERALIRI: Meski meteran gas kota terpasang sejak lama, namun hingga kini aliran gas belum juga terpasang hingga kerumah sebagian warga salah satunya di Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan.

News Feed