oleh

Walikota Prabumulih Ancam Tutup Pasar Pagi Bila Pedagang-Pengunjung Tak Patuhi Protokol Kesehatan

-Metropolis-159 views

PRABUMULIH – Gencarnya perang melawan pandemik Covid-19 atau virus corona dilakukan Pemerintah kota (Pemkot), belakangan masih ada saja yang mengabaikannya.

Salah satunya, sejumlah pedagang dan warga di Pasar pagi yang berada di Pasar Tradisonal Modern (PTM) II yang tetap ramai dan tidak mengindahkan protokol kesehatan khususnya banyak yang tidak memakai masker.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM sangat menyayangkan dan mengaku prihatin dengan hal itu. Ia mengimbau, agar masyarakat dan pedagang mengelar aktivitas di Pasar Pagi mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

“Kan masker sudah kita bagi secara gratis kepada masyarakat sebagai perlindungan, harus pakai masker dan jaga jarak agar efektif terhindar Covid-19. Ini untuk kebaikan dan keselamatan semuanya, guna memutus mata rantai Covid-19 tengah pandemik,” tegasnya dibincangi koran ini, Selasa (28/4).

Sambungnya, pihaknya tidak melarang pedagang berjualan dan masyarakat untuk berbelanja. Tetapi, kata ayah tiga anak ini patuhi aturan dan ketentuan yang ada dan jangan dilanggar.

“Harus patuh dan disiplin, agar kita tidak tertular dan terpapar Covid-19. Sehingga, tidak menambah banyak warga terkonfirmasi positif di Kota Nanas ini,” ujarnya.

Tahap awal, kata dia, akan melakukan penertiban terlebih dahulu dengan menurunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Besok (hari ini, red), kita turunkan Satpol PP untuk menertibkan agar pedagang dan pembeli patuh terhadap protokol kesehatan. Penggunaan masker dan juga jaga jarak,” tambahnya.

Ancamnya, kalau pedagang dan masyarakat tidak patuh terhadap aturan dan ketentuan tersebut. Jelas, akunya akan ada sanksi tegas untuk mengurangi pemaparan Covid-19.

“Bisa saja, Pasar Pagi di PTM kita tutup sementara. Kalau tidak ingin itu terjadi, patuh protokol kesehatan yang berlaku utamanya pemakaian masker dan jaga jarak serta rutin mencuci tangan,” imbau ayah dr Muwarni Emassrisa Latifah ini.

Terpisah, Ketua Fraksi Hanura DPRD yang juga Anggota DPRD duduk di Komisi II, Hartono Hamid SH dengan tegas sangat mendukung kebijakan pemerintah khususnya masalah pemakaian masker dan jaga jarak. Termasuk juga di Pasar Pagi PTM II, untuk keamanan dan keselamatan semuanya.

“Berjualan dan berbelanja kan tidak dilarang. Harapan kita yah, patuh protokol kesehatan yang ada. Sehingga, wabah penularan dan pemaparan Covid-19 bisa diminimalisir dan segera berakhir,” sebut Om Ton, sapaan akrabnya.

Lanjut Om Ton, semuanya harus patuh dan disiplin agar terhindar dari penularan Covid-19 tengah mewabah ini. “Apalagi, sekarang ini semua pihak bersatu padu melawan Covid-19 khususnya di Bumi Seinggok Sepemunyian ini,” pungkasnya.

Kalau masih bandel, setelah diturunkannya Satpol PP. Aku Politisi Partai Hanura ini, memang perlu ketegasan agar pedagang masyarakat patuh.

“Kita dukung untuk menutup Pasar Pagi. Jika itu diperlukan, untuk menekan angka pandemik Covid-19,” tambahnya.

Senada juga diungkapkan Tokoh Masyarakat, HM Daud Rotasi Ssos juga mantan Anggota DPRD ini kalau pedagang dan masyarakat berbelanja di Pasar Pagi PTM harus patuh dan taat terhadap protokol kesehatan.

“Langkah awal, lakukan tindakan preventif dan persuasif dahulu. Dengan menerjunkan Satpol PP, seperti diungkap Pak Wako memang sudah tepat,” tukasnya.

Lalu, untuk penutupan Pasar Pagi. Ungkapnya, merupakan langkah terakhir jika pedagang dan masyarakat benar-benar tidak patuh.

“Kalau sudah tidak diindahkan, sudah selayaknya Pasar Pagi ditutup. Untuk menghindari pandemik Covid-19 di Pasar Pagi,” pungkasnya. (03/01)

 

Komentar

News Feed