oleh

Wali Siswa Dukung PJJ

-Pendidikan-25 views
  • Sekolah Isi Kuota Siswa Tak Mampu

PRABUMULIH – Kota prabumulih masih dalam status zona orangnye membuat para wali murid dan juga tokoh masyarakat mendukung pelaksanaan Pembelajaran dari Jarak Jauh (PJJ).

Menurut Azmi Asnawi salah seorang wali siswa ini , mengatakan bahwa berada di tengah pan demi pembelajaran dari jarak jauh merupakan solusi yang tepat.

Walau bagaimanapun polanya dan media yang dijalankan oleh pihak sekolah dan siswa dalam menyampaikan materi pembelajaran namun tidak melakukan tatap muka, menurut pria ini sangatlah penting .

“Sebaiknya pola penugasan via WAG (WA Group) bagi SD dan Daring bagi anak SMP dan SMA, masih bisa dilaksanakan. Bisa diaktifkan pula komite kelas untuk menyambungkan komunikasi dalam proeses pembelajaran antara orang tua, siswa, wali kelas dan guru kelas,”katanya.

Dia mengatakan,  sepanjang perubahan status dari hijau ke kuning lalu orange, ada kemungkinan menjadi merah. Untuk itu  semua pihak, lembaga yang beraktifitas dalam ruangan harus menahan diri.

Ruang tertutup sangat beresiko tinggi penyebaran virus atau 200 jt viral particle demikian menurut penelitian terakhir AS tentang COVID 19 (200 juta vp).

“Ada baiknya menahan diri dari pada kota prabumulih kembali masuk zona merah hal ini merupakan tanggung jawab dan kesadaran diri masing-masing untuk sama-sama menjaga kota Prabumulih dari penyebaran virus corona,”beber mantan anggota DPRD periode 2009-2014 ini.

Lebih jauh pria 3 anak ini mengatakan, untuk permasalahan orang tua yang belum memiliki sarana seperti hp android, dan kuota internet, disitulah peran pihak sekolah harus mencari solusinya.

Selain itu untuk orang tua yang tidak memiliki kuota, Menteri keuangan sudah mengisikan untuk menggunakan dana bos untuk mengalokasikan dana kuota siswa dan guru.  “Disinilah peran para guru untuk menjalankan perannya sebagai seorang guru. Agar kelihatan benar benar bekerja ditengah pandemi  ini, untuk mencerdaskan anak bangsa. “tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Kusron SPd MSi melalui Kabid Pembinaan SD, Sri Septi Wartini SPd MH mengatakan bahwa pihak sekolah sudah memberikan kuota kepada guru dan siswa, meski dengan jumlah yang bervariasi.

“Kalau untuk guru itu seluruh guru berhak mendapatkan kuota internet dari sekolah melalui dana BOS. Namun untuk para siswa tidak bisa diberikan seluruh siswa, karena jumlah dana BOS terbatas. Sedangkan peruntukan dana operasional tersebut cukup banyak. Untuk itu pihak sekolah hanya memberikan kuota internet untuk siswa yang benar-benar terbilang kurang mampu,”tandasnya.

Hal sama diungkapkan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 23 Prabumulih, Edi dartis SPd. Di sekolah yang beralamat di kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan ini, sudah memberikan kuota untuk kebutuhan seluruh guru melaksanakan pembelajaran dalam jaringan.(05)

 

Komentar

News Feed