oleh

Waktu Mepet, Imbau APBD P Segera Dibelanjakan

-Metropolis-18 views
  • Alat Swab jadi Perhatian Khusus

PRABUMULIH – Setelah disahkan oleh DPRD Raperda Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2020, akhirnya sah menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Dengan demikian, APBD P tahun 2020 sudah bisa digunakan dalam minggu ini.Karena tadi sudah kami tandatangani oleh pimpinan, setelah itu di buat dalam lembaran daerah bahwa itu sudah menjadi perda. Aku kira berdasarkan ketentuan Insyaallah minggu-minggu ini sudah bisa digunakan setelah dinomori.” Kata Ketua DPRD Sutarno SE melalui Wakil Ketua H Ahmad Palo SE.

Nah, dengan APBD P yang sudah bisa digunakan dalam waktu dekat. DPRD kata Ahmad Palo, mengingatkan dan menghimbau kepada Pemerintah Kota untuk segera digunakan se-efektif dan se-efisien mungkin.

Imbauan tersebut beralasan, mengingat waktu penggunaan anggaran untuk APBD P tingga beberapa bulan lagi. “Karena anggaran perubahan sudah disetujui ya gunakanlah seefektif dan seefisian mungkin.  Berkaitan dengan kegiatan fisik kita harapkan ini agar cepat diakukan poses pelelangannya karena waktunya APBD P ini sampai dengan Desember artinya waktu tinggal 2,5 bulan lagi,” beber Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Sebab lanjut Palo, bila kegiatan fisik yang memerlukan waktu lama dan tak disegerakan dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas pengerjaan. “Jadi segeralah kalau istilah pak gubernur itu segera belanjakan lah. Cepat dilakukan action terhadap itu. Karena yang kita khawatirkan fisiklah umumnya, karena kejar kejaran waktu terlambat pelelangan pengadaan akhirnya kuailtas tidak terjaga kerja asal-asalan,” tegasnya menuturkan untuk APBD setelah perubahan yakni Rp 1,031,921,334,138.

Lalu disinggung adakah kegiatan dalam penggunaan APBD P yang harus mendapat perhatian serius? Ayah dari Angelika Sinta Dewi ini menuturkan, pembelian alat swab di dinas kesehatan, yakni pembelian alat  TCM (Tes Cepat Molekuler) dalam perhatian serius. “Karena kita dalam kondisi pandemi covid-19 kita kan mengangarkan alat TCM. ITU kita tingkatkan agar bisa digunakan untuk swab. Itu segerakanlah oleh dinas kesehatan, sesegera mungkin untuk menindaklajuuti itu karena itu sangat dibutuhkan,” harapnya seraya menambahkan alat swab tersebut memiliki kapasitas terbatas yakni hanya bisa memeriksa 30 orang per hari.

Dalam kesempatan itu, suami Hj Rusni SH ini melanjutkan sebelum dilakukan penandatangan Perda APBD P. Pimpinan bersama badan anggaran (banggar) terlebih dahulu  membahas hasil evaluasi RAPBD P tahun 2020 dievaluasi oleh provinsi dalam hal ini gubernur. “Setelah melihat hasil evaluais itu kami sependapat,” lanjutnya.

Adapun yang mendapat evaluasi dari gubernur dalam APBD P 2020 tersebut yakni hal yang berkaitan dengan petunjuk pelaksanaan. “Contohnya,  salah satu kegiatan yang bersifat terlalu banyak mengumpulkan massa, yang harus dikurangi misalnya kegiatan kegiatan yang ramai-ramai. Sementara kita harus melakukan protokol kesehatan jadi untuk itu kegiatan yang itu harus dikurangi sampai kondisi normal. Artinya mengingatkan hal hal yang bersifat normatif tidak ada yang sampai mencoret angka,” tukasnya. (08)

 

Komentar

News Feed