oleh

Wako : Tidak Mau Hidup Susah, Ya Belajar Keras!

PRABUMULIH – Belajar keras merupakan salah satu kunci kesuksesan. Hal itu diungkapkan Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM, Sabtu (27/7) ketika membuka kegiatan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Prabumulih (KMP) Unsri di Gedung Kesenian, Pendopoan Rumah Dinas (Rumdin) Wako. Kata dia, hidup susah tidak enak. Dilecehkan dan dipandang sebelah mata, ia pun pernah merasakan itu. Makanya, pesannya belajar keras untuk menjadi orang sukses.

“Jangan tidak mau hidup susah, hanya sebatas ungkapan saja. Tidak diikuti perbuatan, kalau itu terjadi akan merugikan diri sendiri. Diri sendirilah, menikmati kesuksesan. Bukan orang lain, jadi belajar lah dengan keras untuk mengapai kesuksesan,” ujar Ridho, sapaan akrabnya memberikan motivasi. Sekarang ini, kata dia, lapangan pekerjaan makin sempit. Setiap tahun, ribuan lulusan sarjana keluar universitas. Kalau hanya sebatas lulus, dan tidak berkualitas jelas akan jadi pengangguran.

“Makanya, jadi sarjana berkualitas. Sehingga, mudah mencari pekerjaan. Bahkan, anak saya sendiri (Wako, red) tidak bisa menjamin bekerja. Kalau tidak pintar, cerdas, dan berkualitas. Karenanya, saya selalu motivasi mereka untuk belajar keras dan baik,” aku suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini. Lanjutnya, KMP Unsri ini wadahnya berorganisasi mahasiswa asal Prabumulih. Hendaknya, mahasiswa tergabung dalam KMP Unsri harus memberikan contoh dan tauladan yang baik. Dan, bukan menjadi biang keributan.

“Saya mengajak, KMP Unsri untuk menjaga dan mencintai kota ini. Khususnya, menolak penambangan batubara yang bisa merusak lingkungan dan pencaharian masyarakat kota ini,” kata ayah tiga anak ini. Kuliah, kata dia, tidak perlu khawatir masalah biaya. Kalau pintar dan berprestasi jelas akan ada beasiswa yang diberikan. “Terpenting, belajar keras dan tekun untuk meraih cita-cita,” pesan adik (Wakil Gubernur) Wagub Sumatera Selatan (Sumsel), Ir H Mawardi Yahya ini.

Selain itu, kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, Pemerintah kota (Pemkot) selama ini telah berusaha keras memperhatikan mahasiswa asal Prabumulih. Salah satunya, telah dibangun asrama di Jogjakarta. Bahkan, penghuninya tidak dipungut biaya untuk menghuninya wujud perhatian dan kepedulian Pemkot. “Untuk mahasiswa di palembang, tahun ini dibangun asrama baru pondasinya saja terletak di Jakabaring. Lantai 1, sekitar 24 kamar. Dan, lantai 2 sekitar 35 kamar. Jadi totalnya, ada 60 kamar. Lantai 1, bisa digunakan warga Prabumulih untuk menginap jika kemalaman di Palembang,” tukasnya.

Sedangkan, mahasiswa tinggal di Prabumulih. Kata Ridho, sejak dilantik bus Damri jumlahnya seperti sedia kala yang beroperasi. “Bisa dipakai untuk pulang pergi (PP). Karena, dinilai biayanya lebih hemat ketimbang ngekost,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua KMP Unsri, Ananda Novisa Putra menerangkan, sebanyak 21 mahasiswa baru disambut dan bergabung dengan KMP Unsri.

“KMP Unsri, salah satu organisasi di Kampus Unsri. Kegiatan ini, rutin setiap tahunnya. Mengajak mahasiswa asal Prabumulih bergabung untuk ikut berkontribusi tidak hanya di kampus tetapi juga bagi daerah asal,” bebernya. Lanjutnya, KMP Unsri sebagai wadah bersinergi dan berekspresi mahasiswa asal Prabumulih untuk bergerak bersama menjalankan program positif untuk kemajuan organisasi dan daerah. “Juga sebagai wujud pembinaan bagi mahasiswa asal Prabumulih,” tukasnya. (03)

Komentar

News Feed