oleh

Wako Sindir Lurah. Ada Anggaran, Tapi Tak Ada Gotong Royong

PRABUMULIH – Walikota Ir H Ridho Yahya MM menyindir sejumlah Lurah yang masih tidak melakukan kegiatan gotong royong di daerahnya. “Di Pangkul inilah saya mencetuskan dana perkelurahan Rp 50 juta untuk gotong royong lewat APBD. Nyatanya, anggaran ada. Tetapi, gotong royong tidak ada,” sindir Ridho, sapaan akrabnya di sela-sela sekaligus memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 di desa Pangkul Kecamatan Cambai, Senin (9/9).

Kata dia, lurah wajib mengajak masyarakat bergotong royong. Jangan sebatas seremonial saja, apalagi memang dananya telah ada. “Ajak masyarakat bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, dananya kan sudah ada,” tegas suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini. Sambungnya, Pemkot bisa bangun siring, tetapi dengan ada gotong royong ada kebersamaan.

“Saya sendiri belum pernah diundang atau diajak bergotong royong oleh lurah,” kata dia. Sambungnya, koreksi dan introspeksi bagi lurah ini harus jadi perhatian serius. “Jangan sampai jadi temuan aparat penegak hukum, ada anggarannya tetapi tidak digunakan. Harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya dana kelurahan tersebut,” harap ayah dr Murni Emasrisa Latifah.

Kata dia, lurah sendiri sudah diminta memasukkan panjang siring. Nantinya, bakal dibangun Pemkot. “Namun sejauh ini, nampak belum diusulkan atau dimasukkan lurah,” keluhnya. Baginya, adipura bukan tujuan. Terpenting, Prabumulih menjadi kota bersih dan indah. “Gunakan dana kelurahan untuk kebersihan, banyak melibatkan masyarakat. Jangan blok-blokan, kuncinya bersatu sukses pembangunan,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed