oleh

Wako Sindir Kepala OPD. Tiap Tahun Hanya Copy Paste Program

-Metropolis-69 views

PRABUMULIH – Hampir 11 tahun menjadi pemimpin Prabumulih, Walikota (Wako) Ir H Ridho Yahya MM mengungkapkan banyak program dijalankan oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu-itu saja dan cendrung menjiplak atau hanya copy paste saja. Tak hanya itu, orang nomor satu di kota Nanas ini juga menyinggung program dana desa (DD) dijalankan Kepala Desa (Kades) menggunakan dana dari pemerintah pusat.

Hal itu dikatakannya ketika membuka rapat kordinasi (rakor) tim inovasi di Hotel Gran Nikita, Rabu (31/7) dihadiri oleh para kades, camat, dan sejumlah Kepala OPD. Ridho, sapaan akrabnya menerangkan, inovasi ini masalah mendasar. Karena, ia mendorong para Kepala OPD dan kades ke depannya, lebih inovatif untuk menjalankan programnya.

“13 program kita jalankan selama ini, tidak lepas dari inovatif kita lakukan selama ini. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan program pembangunan,” kata orang nomor satu di kota ini, Rabu (31/7). Sebut istri Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini, salah salah program inovasi dilakukannya soal program bedah rumah dengan melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) berinfak lewat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Sejak 2013 silam kita mulai, manfaat inovasi kita lakukan sudah dirasakan masyarakat miskin. Alih-alih menaikan tunjangan kinerja PNS, kita minta PNS berzakat dengan ketentuan kita buat. Dananya, dikelola Baznas bisa membangun 10 rumah perbulan,” jelasnya. Tidak hanya itu, inovasi dilakukan. Selain bedah rumah, ada juga sertifikat gratis bekerja sama dengan Badan Pertahanan Nasional (BPN) mendukung program tersebut. Termasuk, dipasang gas kota dan listrik gratis.

“Program inovasi kita dicontoh kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan (Sumsel). Seperti Pagar Alam, Palembang, dan lainnya. Inovasi kita juga, program Baca Tulis Alquran (BTA), Pembangunan Masjid, PSC 119 dipadukan Toga, dan lainnya,” ucap ayah tiga anak ini. Sambungnya, apa yang dijalankannya adalah tak terlepas ide kreatif dan menjadi inovatif. Meski, ketiadaan anggaran tetapi bisa berjalan program guna mensejahterakan masyarakat kota ini.

“Makanya, kita mendorong para kades lebih inovatif. Khususnya, pada pengelolaan dana desa (DD) supaya tidak hanya pembangunan bisa ditingkatkan. Tetapi, demikian pula kesejahteraan masyarakatnya,” beber adik Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Ir H Mawardi Yahya. Prabumulih beruntung, akunya punya Wako selalu punya inovatif untuk membangun kota ini. Harusnya, kata dia, menjadi tauladan bagi Kepala OPD dan kades.

“Kades lebih tahu potensi desa dari Wako. Cari penghasilan warga disamping karet, ada usaha lain. Sehingga, DD dikelola secara kreatif dan inovatif, tepat sasaran. Ke depan, jangan dana dan program setiap tahunnya sama. Sehingga, terjamin kesejahteraan masyarakat,” tukas pria asal Ogan Ilir (OI) ini. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Ahmad Fauzan Akmal SSTP MM mengatakan, kegiatan rakor tim inovasi ini diikuti seluruh kades, camat, dan sejumlah OPD terkait.

“Tujuannya, tidak lain untuk mendorong para kades berinovasi dalam mengelola DD. Agar kesejahteraan masyarakat meningkat, tidak hanya sekedar program pembangunan,” jelasnya. Akunya, nara sumber didatangkan dari DPMD Provinsi Sumsel. Untuk mengubah mainset, para kades untuk mendorong inovasi program DD dijalankannya. “Ke depan, lewat bursa inovasi. Diharapkan, kades bisa menunjukkan program inovasi yang dijalankan untuk memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed