oleh

Wako Punya Kewenangan Usul Ganti Kepsek

-Pendidikan-39 views

PRABUMULIH – Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM angkat bicara terkait video viral “prank” yang dilakukan oleh siswa SMAN 4. Kepada wartawan Ridho menyampaikan, pihaknya akan memanggil Kepala Sekolah untuk mengetahui permasalahan dan mencari solusi terkait masalah tersebut. “Nantikan bukan kepsek yang dipanggil, pasti walikota yang dipanggil gubernur atas permasalahan itu. Makanya nanti kita undang nantinya,” kata Ridho.

Saat ini kata Ridho meski Pemerintah Kota (pemkot) tak memiliki tanggung jawab terhadap SMA, namun pihaknya memiliki tugas untuk mengawasi sekolah SMA yang ada di Kota Prabumulih. “Karena SMA sekarang sudah diberikan oleh pak Gubernur wewenang Kepala Daerah untuk mengawasi SMA – SMA. Baik untuk usulan siapa kepala SMA maupun memonitor kegiatan kegatan dari SMA apalagi hal yang negatif. Karena tidak semua bisa dimonitor oleh Gubernur,” jelasnya.

Disinggung terkait upaya pihak sekolah yang meminta pihak keluarga bungkam? Ridho menuturkan, hal itu tidak harus dilakukan, dan menyayangkan. “Jangan, kalau ditutupi kita tidak tau kelemahan kita. Yang jelas apa adanya kita laporkan panggil, orang tua dipanggil keduanya, kita carikan solusinya. Yang jelas jangan terulang lagi, malu kita sebagai walikota. Kok seperti itu kelakuan, baru jadi kakak kelas saja sudah begitu,” imbuhnya.

Kedepan ia berharap, agar kasus serupa tak terjadi. Apalagi pelajar yang seyogyanya mengukir prestasi, haruslah mampu membanggakan kota Prabumulih. “Ini tidak perlu terjadi, apalagi mereka itu calon pemimpin bangsa, calon pemuda Prabumulih. Baru jadi kakak kelas saja sok hebat apalagi jadi pemimpin,” jelasnya.

Lalu, terkait banyaknya desakan agar kepala sekolah diganti? Apakah nantinya Walikota yang diberi wewenang oleh Gubernur juga akan merekomendasikan Kepsek SMAN 4 diganti? “Kita lihat dulu perkembangan kepsek dulu, kita panggil dulu, nanti kita rekomkan juga karena sekarang penunjukan kepsek usulan dari bupati dan walikota juga,” ungkapnya.

Terkait handphone yang dibawa pelajar, Ridho menuturkan hal tersebut bukanlah kesalahan dari hanphone ataupun yang merekam. “Masalah handphone itu kebijakan sekolah. Tapi kelakuannya itu yang salah, mau ada hape atau tidak kelakuannya itu yang tidak diperbolehkan,” tegasnya.(08)

Komentar

News Feed