oleh

Wako : Jangan Mau Dijajah dan Diadu Domba

-Metropolis-18 views

//Tanggapi Pernyataan Miring Perusahaan Asing

PRABUMULIH – Pernyataan Humas Perusahaan asing di Kecamatan Rambang Niru, Kecamatan Kabupaten Muara Enim yang tetap akan melintasi Prabumulih, meski dilarang.

Pernyataan itu, jelas membuat Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM gerah dan berang. Pasalnya, melintasnya angkutan milik perusahaan asing itu merusak jalan dan membahayakan warganya khususnya di Kelurahan Gunung Kemala, dan sekitarnya.

“Kalau dahulu kita dijajah Belanda hampir 350 tahun, sekarang ini perusahaan asing memakai orang lokal agar mau diadu domba melawan Prabumulih. Sedangkan, keuntungan menikmati orang luar. Karena, melarang angkutan mengangkut batubara ke perusahaan itu. Padahal, banyak efek negatifnya melintasnya angkutan tersebut khususnya di wilayah Kelurahan Gunung Kemala,” tukas Ridho, sapaan akrabnya kepada awak media, Jumat lalu (2/10/2020).

Suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini menyayangkan, orang lokal mau diperalat dan diadu domba membela kepenting orang luar. “Padahal jelas, selama ini Prabumulih salah satu kota menjadi tempat angkutannya melintas. Harusnya, ada tanggung jawab sosial. Tetapi, pada kenyataannya tidak ada. Kalau tidak ada Perwako tentang pelarangan penambangan batubara, mungkin kawasan Kelurahan Gunung Kemala sudah menjadi lokasi penambangan,” ujarnya sambil menyebutkan, harusnya bangga sebagai warga Prabumulih, pemimpinnya cinta lingkungan dan menolak adanya tambang batubara. Dan, tidak setiap daerah demikian.

“Kalau perusahaan tersebut memang hebat, harusnya bikin jalan sendiri. Jangan menggunakan jalan pemerintah, sudah jelas aturannya. Perusahaan batubara, harus punya jalan sendiri. Sehingga, tidak menganggu dan membahayakan masyarakat dilintasinya,” tambahnya.

Harusnya, kata dia, warga lokal bekerja di perusahaan tersebut memihak kepentingan masyarakat. Bukan sebaliknya, menguntungkan perusahaan dan merugikan masyarakat.

“Kalau kita biarkan demikian, lama-lama akan merajalela. Kita akan tegakkan aturan, angkutan perusahaan tersebut tidak hanya kita larang dan juga distop,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed