oleh

Wako Hadang Konvoi Truk

PRABUMULIH – Larangan agar truk angkutan berat berupa, barang, batubara maupun log kayu tak melintas dijalan kota, mulai H-7 jelang Lebaran ternyata tak diindahkan. Buktinya mendekati lebaran yakni H-3 sejumlah truk angkutan berat masih melintas dijalan kota.
Masih melintasnya truk dijalan Sudirman yang merupakan jalan kota itu membuat Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM geram. Seperti aksi-aksi sebelumnya, orang nomor satu itu menghalau dan menyetop beberapa truk yang melintas untuk kembali memutar arah.
Aksi penyetopan truk angkutan yang ditutup terpal tersebut, dilakukan saat Ridho diperjalanan pulang hendak menuju kediamannya dirumah dinas. “Putar kembali, jangan lewat sini. Kan sudah dilarang tidak boleh melintasi jalan Kota,” ucap Ridho saat memarahi sopir truk tepat di jalan Sudirman kawasan Rumah Dinas kemarin.
Tak sampai disitu, orang nomor satu itu kembali meminta agar truk yang berada didepan untuk distop. “Itu jangan biarkan lolos, stop suruh putar lagi,” perintah Ridho kepada staf dan ajudannya.
Setelah diminta berhenti, dan dinasehati oleh Ridho Yahya tiga truk yang berjalan beriringan itu langsung memutar arah untuk melintas melewati jalan Lingkar.
“Katanya bawa material apa keramik atau apa kita tanya tadi,” kata Ridho dibincangi saat hendak meninggalkan lokasi usai menghalau truk.
Seharusnya kata Ridho, berdasarkan peraturan H-7 jelang lebaran truk tidak diperbolehkan melewati jalan kota. “Semestinya tidak boleh lagi, apalagi ini bulan puasa kan perjanjiannya tidak boleh lagi melintas, ini H-3 masih melintas. Bukan hanya larangan melintas jalan kota dilanggar, larangan tak melintas jelang lebaran juga dilanggar,” ungkapnnya.
Jika kendaraan tersebut masih melintas dan lolos dari pantauan, kata Ridho tentunya akan menyebabkan jalan Sudirman rusak. Tak hanya itu, kondisi jalan Sudirman khususnya pasar akan mengalami kemacetan dengan keberadaan truk tersebut. “Pasti pasar akan tambah macet, tidak bolehlah,” lanjutnya.
Ridho berharap dengan masih adanya truk yang melintas di jalan Sudirman, agar kiranya petugas yang berwenang baik Dinas Perhubungan (dishub) maupun Polisi lalu lintas bekerjasama untuk menjaga perlintasan kota Prabumulih sehingga tak dilewati truk. “Masa walikota terus, harus saling tolong menolong, bahu membahu menjaga Prabumulih. Apalagi sudah ada peraturan walikota truk tidak boleh masuk kota,” imbuhnya yang memintas agar masing-masing petugas berjaga disetiap titik (pos) yang telah disiapkan.
Tak hanya kepada aparat, kepada masyarakat suami Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini juga meminta agar kiranya masyarakat turut berperan aktif menghadang truk yang tetap membandel. “Kalau tau ada yang melintas stop, kami kalau tau langsung distop. Kalau dibiarkan rusaklah jalan kita. Pemilik angkutan juga harus sadar dirilah, harus menghargai,” tukasnya.
Seperti diketahui, menjelang hari Raya Idul Fitri Ops Ramadniya Musi 2017 dilakukan. Tak hanya untuk fokus pada pengaturan lalu lintas dan pengamanan sejumlah tempat keramaian dan objek vital, tapi juga memantau dan menghalau setiap truk dan angkutan berat lainnya masuk ke dalam kota. Truk tak boleh melintas sejak H-7 hingga H+7 setelah lebaran.(05)

News Feed