oleh

Wajibkan Siswa ke Perpustakaan

PRABUMULIH – Seluruh sekolah dasar (SD) setiap minggu mewajibkan siswanya berkunjung atau mendatangi perpustakaan milik sekolahnya. Itu dilakukan guna menanamkan pendidikan karaktek gemar budaya membaca.
“Apalagi sebagian besar siswa kita sudah memiliki hand phone (Hp) Gadget. Sehingga dengan adanya hal itu, ya sudah jelas seperti siswa kita waktunya terutama di rumah banyak dihabiskan dengan bermain games,” ujar Kepala SDN 74, Suharso SPdI melalui Wakil Kepala Sekolah Zaidun ketika dibincangi koran ini, akhir pekan lalu di sekolahnya didampaingi Staf Perpustakaan Arman SPd.

Makanya langkah seperti ini, ungkapnya, harus diambil pihaknya karena secara tidak langsung nanti setidaknya masih terdapat siswa yang gemar membaca dengan langsung mengunjungi perpustakaan milik sekolahnya.
“Baik itu pada saat mereka (siswa, red) melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMP, SMA dan bahkan hingga ke pengguruan tinggi,” jelasnya.

Aturan yang diterapkan pihaknya dengan siswanya setiap kelas dari kelas 1-VI wajib mengunjungi perpustakaannya tersebut. “Kita susun waktu dan jadwal kunjungan mereka setiap hari. Baik siswa kelas 1 dan IV sudah menggunakan K13 dan 2, 3, 5 dan masih memakai kurikulum tingkatan satuan pendidikan (KTSP) 2006,” terangnya.

Tentuya apabila siswa tersebut mau berkunjung atau pun meminjam buku-buku milik perpustakaannya. Terlebih dahulu harus mempunyai kartu anggota dan kartu pinjaman. “Jika siswa tak memiliki kartu itu. Maka, mereka tak bisa masuk atau pun sebaliknya meminjam buku disini,” tambahArman SPd Staf Perpustakaan.

Dikatakannya, buku yang paling banyak dibaca siswa berada dibawah naungannya tersebut. Lebih banyak terkait buku sejarah dan cerita dengan tulisan disertai bersama gambarnya. “Memang buku yang lebih banyak dibaca siswa kita buku-buku cerita atau yang bersifat memberikan moral pendidikan, ketimbang dengan buku mata pelajaran dan pengetahuan umum lainnya,” akunya.

Terpisah, Kasnianda Putra Siswa Kelas menyebutkan, ia dan teman-teman lebih banyak membaca buku terkait sejarah dan berbagai cerita karena dinilai lebih terhibur dibandingkan buku mata pelajaran. “Yo, cak inilah kak men kami dang ado waktu kosong langsung ke perspustakaan bae. Karno banyak buku cerito terkait PBB, atlas dan lainnyo. Apolagi sekarang peserta kito dang lomba siswa MIPA dan siswa berprestasi,” tukasnya. (Mg 02)
BACA: Beberapa siswa terlihat mengunjungi dan membaca buku di perpustakaan
Photo: bakron/prabupos

News Feed