oleh

Usulkan Semua Caleg Terpilih. Jadi Ketua DPRD Kota Prabumulih

-Metropolis-251 views

PRABUMULIH – Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai partai pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) di kota Prabumulih, berhak atas posisi Ketua DPRD Prabumulih. Nah, siapa kader berhak menduduki kursi Ketua DPRD. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Prabumulih mengelar mekanisme partai lewat pleno, Sabtu (3/8) di Hotel Gran Nikita.

Hasilnya, empat nama kader berhasil duduk dan terpilih. Akhirnya diusulkan ke DPD I Sumatera Selatan (Sumsel) untuk diproses menjadi tiga nama dan diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ketua DPD II Partai Golkar, Ir H Ridho Yahya MM menyebutkan, secara aturan memang harusnya tiga nama diusulkan. Tetapi, hasil pleno melalu mekanisme partai musyarawah mufakat akhirnya diputuskan empat nama.

“Yaitu Welizar, Sutarno SE, Apriansyah ST, H Zainuddin Nanguri. Jujur saya, kita dilematis dalam menentukan siapa yang layak, karena semua kader kita terbaik. Makanya, biarlah DPD I mengusulkan ke DPP dan akhirnya diputuskan siapa layak menjadi Ketua DPRD di Prabumulih,” ucapnya kepada awak media.

Sambung Ridho, mekanisme pengusulan kader terpilih sebagai Anggota DPRD menjadi Ketua DPRD sudah sesuai aturan. Ia menegaskan, tidak ada istilah titipan dan anak emas. “Siapa terpilih, jelas harus memperjuangkan kepentingan partai. Karena, Walikota (Wako) orang Partai Golkar, programnya harus didukung,” pesannya didampingi Sekretaris Partai Golkar, HM Daud Rotasi SSos.

Sebut suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini, siapa pun nantinya terpilih menjadi Ketua DPRD. Kader tidak terpilih harus menerima dan legowo, tidak boleh gontok-gontokan. “Apalagi, di DPRD masih ada Ketua Komisi. Lalu Ketua Fraksi, Ketua Banleg, dan lainnya. Nantinya, posisi itu bisa diisi kader lainnya. Intinya, jaga kekompakan sesama kader partai untuk memperjuangkan kepentingan partai,” terangnya.

Senada juga dikatakan Wakil Ketua I DPD I, HM Yansuri, sangat bangga dan mengapresiasi kepengurusan Ir H Ridho Yahya MM, karena telah berhasil merebut posisi Ketua DPRD pada Pemilu kali ini. “Di Sumsel, ada 6 Ketua DPRD berhasil direbut. Lalu 3 Wakil Ketua I. Dan, 3 daerah hanya anggota biasa. Yaitu; Palembang, Muratara, dan Empat Lawang,” jelasnya.

Lanjutnya, pada pemilihan Ketua DPRD di Partai Golkar. Akunya, memang mengedepankan asas demokrasi. Yaitu, musyawarah untuk mufakat. “Syaratnya pengurus DPD, incumbent, suara terbanyak, lantar belakang pendidikan, dan lainnya. Memang secara aturan, usulan maksimal tiga dan minimal dua. Tetapi, kalau DPD II mengusulkan empat. Yah, kita seleksi artinya ke DPP harus masuk tiga,” terangnya.

DPD II Partai Golkar, menurutnya telah melaksanakan mekanisme partai lewat pleno ini. Apalagi, semua kader terpilih sebagai Anggota DPRD semuanya baru semuanya. “Siapa nantinya terpilih menjadi Ketua DPRD, hendaknya mengangkat staff ahli. Untuk belajar, hingga punya bekal untuk memimpin DPRD,” sarannya.

Kata dia, sudah menjadi tugas Anggota DPRD harus banyak ngomong, karena tugasnya mengkritisi pemerintah. Sekaligus, menyusun anggaran untuk pembangunan daerah. “Banyak omong boleh, tetapi memang harus mengacu aturan,” tambahnya. Demikian pula, aku Sekretaris DPD I Golkar, Herpanto menerangkan, tidak masalah DPD II mengusulkan empat nama. Tetapi, menjadi tugas DPD I untuk menggodoknya menjadi tiga nama.

“Kalau ke DPP, kita usulkan tiga nama. Kalau lebih, jelas pasti ditolak. Kita kerja keras, siapa yang layak nama tiga orang itu,” tukasnya. Bebernya, sebelum pelantikan pada 27 September mendatang. Nama Ketua DPRD dari Partai Golkar, sudah masuk. “Sehingga, bisa dilakukan pelantikan. Sekitar dua bulan, pas pelantikan namanya sudah ada,” janjinya. (03)

Komentar

News Feed