oleh

Urus Pajak Bermotor Wajib 3M

-Metropolis-10 views

PRABUMULIH – Antisipasi terus dilakukan UPTB Samsat Prabumulih dalam mencegah terjadinya kerumuman bagi wajib pajak di loket pelayanan. Terlebih sejak Agustus lalu dilaksanakan program keringanan dan pemutihan pajak kendaraan bermotor oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),  untuk masyarakat.

“Sejak digaungkannya program keringanan dan pemutihan pajak kendaraan bermotor oleh bapak Gubernur Sumsel H Herman Deru SH, MM pada Agustus lalu, kami sudah mengantisipasi hal ini (kerumunan,red). Untuk itu kami siapkan tenda dan kursi di halaman kantor,” ungkap Ariswan, SE, MM Kepala UPTB Samsat Prabumulih Rabu (16/12/2020).

Jika tidak diantisipasi, jelas, akan terjadi kerumuman. Terlebih saat ini masa pandemi Covid-19. Sementara pemerintah tengah gencar dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 ini. “Kami sangat tegas dalam penerapan prokes covid-19. Jika ada wajib pajak yang tidak memakai masker, maka petugas tidak melayaninya sampai mereka patuhi prokes,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengarahkan agar wajib pajak yang mengurus pajak kendaraannya untuk patuhi 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak). 3M ini sangat penting, dan sejauh ini tegas diterapkan oleh UPTB Samsat Prabumulih.

“Sejak awal pandemi, UPTB Samsat Prabumulih sudah membudayakan 3M. Dan itu konsisten kami lakukan. Kami awasi dan kami evaluasi, jika ada pegawai yang mengabaikan prokes, maka diberi sanksi peringatan,” ujar Ariswan dengan nada tegas.

Pria asli Komering ini mengimbau kepada wajib pajak yang akan mengurus pajak kendaraannya di UPTB Samsat Prabumulih, harus mematuhi prokes. Sebab, jika ditemukan tidak mematuhi 3M, maka tidak dilayani. Oleh sebab itu, upaya ini bagian dari edukasi terhadap warga akan pentingnya prokes guna memutus mata rantai covid-19 di Prabumulih.

“Dalam pengurusan pajak, setelah wajib pajak melakukan pendaftaran dan emngisi data, maka diberi map. Kemudian dikumpul di loket yang disediakan. Setelah itu dipanggil sesuai nomor urut guna menghindari kerumunan,” paparnya. Ia pun menyediakan tenda dan kursi di halaman untuk mengurai jika terjadi kerumunan. Selain itu, wajib pajak juga bisa memanfaatkan Pojok Baca yang disediakan untuk mengisi waktu sembari menunggu pengurusan pajak selesai. (asa/fs/03/01)

 

 

Komentar

News Feed