oleh

Upaya Pertamina EP Asset 2 Dalam Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Sebar Puluhan Wastafel di Wilayah Kerja Operasi

 

Pertamina EP Asset 2 dan SKK Migas sangat konsen dalam  memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini sejalan dan bersinergi dengan pemerintah. Bahkan, salah satu bantuan dalam program ini dengan menyebar puluhan Wastafel di Wilayah Kerja Operasi. Seperti apa, berikut liputannya.

 

EKA PATRIANI – PRABUMULIH

==========================

WAKTU menunjukan pukul 10.00 WIB. Merupakan jam kerja di lingkungan kantor PT Pertamina EP Asset 2. Suasana tak jauh berbeda di hari-hari biasa. Khususnya selama masa pandemi Covid-19.

Ya, perusahaan pelat merah tersebut sangat ketat menerapkan protokol kesehatan (Protkes) sejak virus corona melanda tanah air. Terlebih, Kota Prabumulih sebelumnya pernah menerapkan PSBB (pembatasan sosial bersekala besar).

Cuaca pagi pada Rabu (4/11/2020) terbilang cerah. Walau awan putih menggelayut di langit biru, namun belum ada tanda-tanda hujan. Memang beberapa hari ini hujan selalu turun di Bumi Seinggok Sepemunyian ini. Tapi hari ini cerah. Suasana ini terlihat saat koran ini menyambangi kawasan perkantoran yang menjadi aset negara ini.

Lalu lalang kendaraan terlihat melintasi jalan utama perkantoran. Selain kendaraan karyawan, ada juga warga masyarakat yang datang. Baik urusan atau keperluan pekerjaan, maupun urusan lainnya termasuk mendatangi ATM (anjungan tunai mandiri) yang ada di dalam kompleks.

Saat memasuki kawasan perkantoran, pengetatan Protkes Covid-19 sangat terlihat. Dari ukur suhu tubuh, wajib pakai masker hingga penempatan sejumlah tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya. Selain itu, pengunjung atau tamu yang dating harus atur jarak yang dengan yang lain. Khusus tempat cuci tangan, Pertamina menyiapkan  wastafel dengan tabung air  500 liter terpasang di beberapa titik.

Terkait pemasangan tempat cuci tangan ini, Pertamina juga memprogramkan bantuan dalam bentuk APD (alat pelindung diri) untuk tenaga kesehatan hingga tempat cuci tangan berupa wastafel. Ini tersebar tidak hanya di dalam Kota Prabumulih saja, melainkan dibeberapa kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

WESTAFEL: Pertamina menyiapkan tempat cuci tangan yang bias dinikmati masyarakat yang datang ke kawasan perkantoran, langkah ini sebagai bentuk mematuhi Protkes Covid-19 yang telah ditentukan. Foto: eka/Prabupos

Untuk di Prabumulih sendiri, bias dilihat di lingkungan kantor Kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih. Nah, setelah koran ini menyambangi komplek perkatoran Prtamina, kini melihat bagaimana fungsi wastafel yang dipasang di kantor Kejari. Tentunya sangat bermanfaat, bahkan membantu bagi karyawan atau pengunjung yang dating ke Kejari Prabumulih tersebut.

Dimana, tedmon berukuran besar satu paket dengan wastafel yang bermerk SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) samping kiri dan tulisan Pertamina EP Asset 2 bagian kanan.  Selain di dalam komplek Pertamina, wastafel ini juga ada di beberapa instansi di Kota Prabumulih. Mulai dari lingkungan sekolah bahkan dan perkantoran lainnya.

Saat koran ini menyambangi kantor Kejari, ternyata tengah ada kegiatan. Yakni cerdas cermat tingkat SD, SMP dan SMA se-Kota Prabumulih. Dan pada Rabu (4/11/2020) acara dibuka langusung Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM didampingi Kajari Taufik Gunawan SH.

Dengan kehadiran wastafel di samping pintu masuk Kantor Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih, merupakan sarana mencuci tangan utama. Siswa yang akan berkompetisi, mengantri di depan wastafel untuk mencuci tangan sebelum duduk di tempat yang sudah disediakan.

Tedmon berukuran besar yang merupakan salah satu diantara puluhan wastafel bantuan pertamina EP Asset 2 di Prabumulih, juga dilengkapi dengan petunjuk dan enam langkah mencuci tangan yang benar.

“Tedmon dan wastafel ini satu paket, yang merupakan bantuan dari Pertamina EP Asset 2. Kita sangat berterimakasih karena bantuan ini sudah kita terima sejak awal virus corona muncul, dan mencuci tangan merupakan salah satu protokol kesehatan dalam upaya mencegah penularan virus corona,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih, Taufik Gunawan SH saat bincangi Koran ini usai pembukaan acara cerdas cermat pada Rabu (4/11/2020).

Pria yang menggunakan seragam coklat lengkap dengan baret jaksa ini, menuturkan bahwa Pertamina tidak hanya satu set wastafel untuk Kejari Kota Prabumulih, namun saat bantuan diserahkan juga sekaligus dengan puluhan paket hansanitizer, masker dan souvenir.

“Tapi saya lupa isinya apa saja, namun paket itu ada puluhan dan isinya ada beberapa macam. Bahkan pegawai di sini kebagian semua,” jelasnya. Keramaian para pelajar di halaman kantor Kajari Prabumulih, dalam rangka mengikuit cerdas cermat, selalu diingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan oleh operator yang hanya terdengar suaranya, namun tidak terlihat orangnya.

“Adik-adik, jangan lupa ya maskernya dipakai. Jaraknya diatur dan cucilah tangan kalian di wastafel yang sudah disediakan,” ujar suara yang bersumber dari dalam salah satu ruangan Kajari Prabumulih.

Imbauan ini bahkan juga didengar Walikota Prabumulih, yang saat itu hadir sebagai tamu kerhormatan untuk membuka acara lomba yang digelar tingkat kota ini. Tidak hanya itu, walikota pun melakukan cuci tangan di wastafel. Senyum pun mengembang dari wajah orang nomor satu di Prabumulih ini.

“Ini sudah jelas petunjuknya, cara mencuci tangan yang benar agar terhindar dari berbagai jenis virus,” kata Ridho Yahya sembari mencuci tangan dengan pandangan terjutu pada tulisan yang tertempel di tedmon.

Ayah dari tiga anak ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pertamina yang sudah berpartisipasi dalam membantu pemerintah untuk memutuskan rantai penularan virus corona. Apalagi bantuan sembako untuk masyarakat Prabumulih. “Dengan membantu sembako, maka penerima manfaat sangat merasakan kehadiran pemberi bantuan. Apalagi saat banyak pasien, APD merupakan hal terpenting untuk para tenaga medis, dan Pertamina ada untuk memenuhi kebutuhan itu,” jelasnya menggambarkan suasana saat pertama kali corona dikenal dimasyarakat dan beberapa pelayanan rumahah sakit sangat membutuhkan APD.

Diketahui, dalam partisipasinya membantu pemerintah untuk mencegah penularan virus corona, setidaknya bantuan disalurkan di sembilan kabupaten/kota di wilayah kerja operasi EP Asset 2, yaitu sebanyak 96 set wastafel portable, 10.431 paket sembako, 1.965 Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis, 6.534 masker dan 2582 botol Hand sanitizer di 751 institusi serta 20.538 orang penerima manfaat.

“Khusus di field Prabumulih ada sebanyak handsanitizer 500 paket, APD untuk tenaga medis sebanyak 121 Paket, masker 690 paket, penyemprotan desinfektan 4 Kali. Westafel portabel 10, sembako 2.716 paket serta sosialisasi dan spanduk himbauan dipasang dibeberapa titik untuk mengingatkan masyarkat Prabumulih agar sama sama melindungi diri sendiri dan orang lain,” kata Legal & Relations CSR Analyst, Imam Maulana.

Pria ini juga mengatakan bahwa PT Pertamina EP terus mengikuti dan memonitor perkembangan kasus Covid-19 di Kota Prabumulih, semenjak awal bersama Gugus Tugas Covid-19 di Kota Prabumulih bersinergi dan bahu membahu agar dapat menekan angka kasus pandemi ini.

Berbagai upaya dilakukan, terutama penyebaran berbagai bantuan. “Saat ini kita tidak hanya fokus di tahap reaktif, tetapi lebih fokus ke rahabilitatif, seperti pemberian sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan di masa new normal, sehingga bisa aman dan nyaman dalam beraktivitas baik dalam bekerja, bersosialisasi, berolahraga dan bermasyarakat,” terangnya seraya menambahkan semoga pandemi ini segera berakhir dan masyarakat khususnya di Sumsel dan Prabumulih dapat pulih secara kesehatan, ekonomi, dan social. (*)

 

 

 

Komentar

News Feed