oleh

Undercover Buy, Ringkus Kurir Sabu Palembang. Sita 5 Kantong Sabu Senilai Rp 37,5 Juta

PRABUMULIH – Berbagai upaya dilakukan jajaran Polres Prabumulih melalui Satres Narkoba, untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum (Wilkum)-nya. Terbaru, Satres Narkoba berhasil mengungkap kasus narkoba melibatkan jaringan narkoba asal Kota Pempek. Barang bukti sabu seberat 47,62 gram sebanyak lima kantong berhasil disita.

Dari tersangka, Tungki Permana (29) Warga Jalan Sungai Tenang, Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, diringkus pada Selasa (20/8), sekitar Pukul 04.00 WIB dibawa menggunakan mobil rental Toyota Avanza warna hitam bernopol BG 1736 DA.

Kepada petugas Tangki mengakui, sudah tiga kali mengirim barang milik bandar, AR. Kini diburu polisi, karena buron alias masuk DPO. “Aku diupah Rp 5 juta. Kalo berhasil ngantar barang ini, baru dikasih duet Rp 200 ribu. Ke Prabu ngantar barang baru sekali nikah,” ucapnya.

Ia juga mengakui, sudah hampir setahun menjadi pasien narkoba. “Aku disuruh nganterke barang bae ke RM Siang Malam. Pake mobil rental, aku dak tahu kalo yang pesan polisi. Barang kusimpan di belakang mobil,” akunya.

Informasi dari kepolisian, menyebutkan kalau terungkapnya kasus ini hasil undercover buy. Petugas menyamar sebagai pelanggan, dan memesan barang ke BD, AR dipenuhi dan dikirim barang melalui kurir.

Sesuai kesepakatan, akhirnya kurir belakangan diketahui sebagai Turin. Akhirnya, diringkus petugas bersama barang bukti. Setelah diringkus, tersangka kini mendekam di sel penjara, menunggu proses penyelidikan petugas untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH dikonfirmasi melalui Wakapolres, Kompol Harris Batara SIk didampingi Kasat Narkoba, AKP Zon Prama SH release membenarkan penangkapan kurir narkoba asal Palembang atas nama Tungki Permana. Bersama tersangka, petugas juga mengamankan mobil yang digunakan untuk ekpedisi barang haram tersebut.

“Tungki Permana memang sudah menjadi target kita. Saat ini tersangka masih dimintai keterangan lebih lanjut oleh pihak penyidik. Dari sejumlah barang bukti yang diamankan, Setidaknya kita berhasil menyelamatkan 239 jiwa dari bahaya narkoba,” jelasnya.

Dari proses interogasi awal, Lanjut Harris, Tersangka mengatakan baru satu bulan berprofessi sebagai kurir sabu. Diakui tersangka, 1 Paket sabu dijualnya seharga Rp 7,5 juta. Harga tersebut merupakan harga dari sang bandar berinisial AR.

“Atas perbuatan itu, Tersangka diancam Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 35/2009, Dengan pidana mati, Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” Tandasnya. (03)

Komentar

News Feed