oleh

UN Kesetaraan Tetap Cara Manual

PRABUMULIH – Berbeda dengan sekolah formal yang sudah menggunakan sistem komputer. Untuk Ujian Nasional (UN) siswa kesetaraan tetap menggunakan cara tertulis kertas atau manual.
“Semua siswa kita yang mengambil sekolah paket terutama SMP paket B dan SMA C jiannya masih menggunakan sistem pola lama, yakni manual,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H M Rasyid SAg MM melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Darmin SPd MSI didampingi Kasi Pendidikan Masyarakat Dra Huzaifah MSI ketika dibincangi koran ini, kemarin (16/2).

Adapun alasan dari pihaknya masih menggunakan pola ujian nasional pakai kertas (UNPK) untuk ratusan siswanya dipaket kesetaraan dibawah naungannya berbeda dengan siswa asal sekolah formal tersebut.
“Karena kita masih memiliki kekurangan terkait kelengkapan sarana dan prasarana atau pun alat ujian nasional berbasis komputer (UNBK) itu sendiri,” jelasnya.
“Kalau semestinya sesuai dengan aturan dari Juklak/Juknis pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud), ya memang seperti itu. Tetapi, mau bagaimana lagi,” ungkapnya.

Tak jauh berbeda yang diungkapkan, Edi Sumartono, Staf Operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dinas pendidikan dan kebudayaan mengakui hal serupa. Memang kedua murid paket B setera SMP dan C setera SMA pelaksanaan ujian nasional tahun ini masih memakai cara manual itu.
“Itu hal, tidak lain disebabkan akibat kita masih minim memiliki falitas pendukung jika mau membuka UNBK tempat sendiri semacam sejumlah sekolah umum tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA yang ada sekarang,” tambahnya pria itu ketika dikonfirmasi terpisah, kemarin.

Namun di tahun depan, kata dia, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar pada tahun depan kedua siswa sekolah menegah tersebut juga sama halnya dapat mengikuti ujian nasional dengan cara berbasis komputer seperti sekolah umum.
“Dengan cara kita berkoordinasi dengan dinas pendidikan (Disdik) provinsi Sumsel. Sebab, kini sekolah paket kita pengelolaannya juga sama telah diambil alih wewenangnya dari mereka alias Disdik provinsi itu,” bebernya.
Dikatakannya, jumlah peserta yang mengikuti ujian nasional (UN) tahun ajaran 2016/2017 berasal dari keenam sekolah paket yang tersebar di pusat belajar masyarakat (PKBM) yaitu mencapai sebanyak 265 siswa. (Mg 02)
GEDUNG PKBM: Gedung PKBM Muara Sungai yang ada di Kecamatan Cambai
photo: bakron/prabupos

News Feed