oleh

TUTUP JALUR KOTA

-Metropolis-74 views

 

//Penerapan PSBB Usai Lebaran

//Imbau Disiplin Protokol Kesehatan

PRABUMULIH – Prabumulih resmi menjadi salah satu kota di Sumatera Selatan (Sumsel), selain Palembang yang mendapat persetujuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengatasi pandemik Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Ini didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI No.HK.01.07/ Menkes/306/2020. Pedoman ini tertuang dalam Permenkes No 9/2020 tentang pedoman PSBB dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Sebelumnya, Prabumulih satu dari dua kota di Sumsel yang mengajukan PSBB ke Kemenkes melalui Pemprov Sumsel.

“Dengan segala keterbatasan dan kekurangan, mau tidak mau harus segera dilaksanakan (PSBB,red) tersebut,” ujar Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM usai Rapat Persiapan PSBB bersama OPD dan Camar serta Lurah, kemarin (13/5).

Ia mengatakan, sebelum penerapan PSBB, akan berkonsultasi dengan Gubernur Sumsel,  Herman Deru SH MM terkait pelaksanaan PSBB nantinya. “Meski tidak ada anggaran, dan segala kekurangan dan keterbatasan. Akhirnya, pengajuan PSBB bisa disetujui Kemenkes. Dengan semangat memutus mata rantai Covid-19, dengan adanya penerapan PSBB di Prabumulih. Pandemik Covid-19 di Prabumulih, segera berlalu,” ujar suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Pihaknya mengharapkan, support Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan juga Pemerintah pusat terkait anggaran penerapan PSBB. “Seperti diketahui, Prabumulih tidak punya anggaran untuk penerapan PSBB,” tukasnya sambil menyebutkan, kalau PSBB dilakukan hingga perayaan Idul Fitri pada 24 Mei mendatang.

Nah, untuk pemberlakuan selain konsultasi dengan Gubernur Sumsel. Kata ayah tiga anak ini, akan mengelar rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

“Karena, PSBB ini pengajuan kesepakatan bersama. Termasuk, kecamatan dan kelurahan juga kita undang dalam penerapannya,” terangnya sambil menyebutkan, pelaksanaan PSBB sejauh ini masih dalam tahap persiapan.

Sebelum diterapkan, sebutnya PSBB ini jelas akan disosialisasikan dan juga diuji coba. Tetapi, ia belum bisa memastikan kapan penerapan PSBB dilaksanakan. Namun, instruksi terkait SK tersebut paling lama satu minggu sudah diberlakukan.

“Apalagi, tindak lanjut PSBB perlu diterbitkannya Peraturan Walikota (Perwako). Dan memang selama ini sebenarnya terkait PSBB sudah dilaksanakan. Tinggal lagi, pengetatan disiplin masyarakat terkait protokol kesehatan,” beber Politisi Partai Golkar ini.

Disinggung soal sanksi, terkait pelanggaran protokol kesehatan yang menjadi poin penting di PSBB. Wako juga belum bisa berbicara banyak, jelasnya mengimbau masyarakat selama PSBB lebih disiplin sehingga pandemik Covid-19 usai.

“Perlu dukungan semua pihak, termasuk masyarakat akan lebih patuh dan disiplin terkait protokol kesehatan dalam penerapan PSBB,” tukasnya.

Rincinya, mulai dari meliburkan sekolah. Lalu, Work for Home (WFH) bagi PNS di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot). Layanan kesehatan dan juga pasar serta toko tetap buka. Lalu, mengurangi keramaian, pemakaian masker, jaga jarak dan rutin cuci tangan serta lainnya. Termasuk sosialisasi terkait Covid-19 terus dilakukan, sebagai langkah pencegahan dan antisipasi.

“Tinggal hanya moda transportasi saja, nantinya sejumlah kendaraan dari luar kota tidak bisa masuk kota. Dan, bakal dialihkan ke Jalan Lingkar sebagai akses alternatif,” terangnya.

Penerapan PSBB sendiri, jelasnya setelah uji coba kemungkinan dimulai 14 hari terlebih dahulu dan dilanjutkan secara bertahap jika dibutuhkan. “Setelah uji coba dan sosialiasi, baru kita terapkan. Kemungkinan, tahap awal 14 hari terlebih dahulu,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemkot sendiri mengajukan PSBB, berbagai persyaratan yang diperlukan. Meski, ada kekurangan persyaratan yang diajukan.

Seperti adanya peningkatan kasus menurut waktu, penyebaran kasus menurut waktu, kejadian transmisi lokal. Lalu, penyaluran paket sembako sebanyak 36 ribu. Adanya, pemotongan APBD dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 800 miliar.

Selain itu, RSUD bukan rujuka penanganan Covid-19. Wilayah sebaran Covid-19, meliputi dua kecamatan yaitu Prabumulih Timur dan Prabumulih Barat.

Jumlah tenaga medis, yaitu 66 dokter umum, 23 dokter gigi, tidak ada dokter spesialis paru, dan dokter penyakit dalam 9 orang. Selain itu, Prabumulih tidak memiliki laboratorium PCR.

PSBB Diterapkan Setelah Lebaran.

Setelah Walikot (Wako) Prabumulih, Ir H Ridho Yahya M mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Gubernur Sumsel dan unsur forkompimda sumsel serta Wako Palembang, kemarin (13/5)

Ratas membahas tentang kesiapan daerah dalam penerapan PSBB, yang mana telah diketahui bahwa dua daerah di Sumsel yaitu Prabumulih dan Palembang telah mendapat persetujuan Menteri Kesehatan (Menkes) RI tertuang dalam Kepmenkes RI no. HK.01.07/MENKES/306/2020 tentang PSSB dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (covid 19).

Dalam ratas tersebut diketahui bahwa Prabumulih dan Palembang secara garis besar telah melakukan apa tertuang dalam PSBB dimaksud, hanya saja dengan PSBB tingkat disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan lebih di tekankan, dan akan ada sanksi bagi yang melanggar.

Selain itu juga dibahas terkait dampak ekonomi, keamanan dan sebagainya. Sehingga di putuskan bersama bahwa sejak hari ini sampai 7 hari ke depan adalah penyiapan payung hukum turunan atas Surat Keputusan (SK) Menkes berupa Pergub dan Perwako, nantinya akan menjadi acuan bagi daerah dlm pelaksanaan PSBB, selanjutnya akan diadakan sosialisasi/uji coba selama 5 hari, sehingga waktu penerapannya di perkirakan H+2 idul fitri 1441 H selama 14 Hari masa inkubasi.

Untuk selanjutnya di evaluasi kembali jika masih dibutuhkan maka PSBB akan di perpanjang, pun sebaliknya jika di rasa cukup maka cukup sampai 14 hari saja.

Ridho Yahya mengatakan, peran masyarakat sangat penting dalam penerapan PSBB ini. “Dari disiplinlah, kita bisa memutus rantai penyebaran covid 19 ini,” pesannya, kemarin.

Lanjutnya, untuk itu mengajak bersatu bersama-bahu membahu laksanakan PSBB ini dengan baik. “Tanpa dukungan seluruh pihak, PSBB tidak bisa dilaksanakan secara maksimal,” pungkasnya. (03/rel)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed