oleh

Tunggu Hasil Karet, Petani Pilih Tumpang Sari

PRABUMULIH – Saat ini tanaman tumpangsari seperti Nanas dan Ubi merupakan pilihan masyarakat lantaran menunggu karet siap sadap. Hal ini merupakan salah satu alternatif masyarakat terutama yang mata pencarian dibidang Pertanian karet yang ada di Kota Prabumulih. Pasalnya dengan harga karet yang terbilang belum stabil membuat masyarakat memutar otak untuk memenuhi kebutuhan lantaran menunggu hasil karet yang siap disadap.

“Hasil karet yang tidak produktif lagi tentu harus diganti atau diremajakan. Sementara setelah diganti batang karet akan memakan waktu lama untuk bisa dipanen. Karena itu kita harus menanam Nanas dan Umbi yang bisa dipanen lebih cepat, “jelas Maria salah seorang petani karet yang memanfaatkan lahan sebagai tempat tanaman tumpangsari.

Hal sama juga dituturkan oleh Hadi Ertono, meski tidak terfokus untuk penjualan namun pria ini tetap memanfaatkan lahan di bawah batang karet untuk menanam Nanas dan Ubi sembari menunggu karet bisa berproduksi. Meski memiliki lahan yang luasnya tidak sampai 1 hektar, pria yang tinggal di Desa Muara sungai ini memanfaatkan lahan untuk tiga jenis tanaman sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Yaitu peremajaan karet nanas dan ubi kayu, dari ketiga jenis tanaman tersebut, ubi kayu merupakan tanaman yang pertama kali bisa dipanen karena dalam waktu 1 tahun bisa panen hingga dua kali. Sedangkan buah nanas baru bisa hadir di usia tanaman mencapai 2,6 tahun. “Sambil menunggu karet bisa dipanen kita menghabiskan buah nanas hingga ke-3 kali panen dalam waktu yang cukup panjang. karena tunas nanas juga lama-lama bisa berbuah namun ukuran buahnya tidak sama dengan buah pertama atau yang biasa dikenal dengan buah bungaran,”jelasnya.

Menurut Hadi aktivitas ini dilakukan oleh banyak orang di sekitarnya, karena itu tak heran jika di sepanjang jalan Sudirman Kecamatan Cambai Banyak pedagang nanas yang menjajakan Nanas asli hasil pertanian masyarakat dalam Kota Prabumulih. “Sebenarnya hal ini merupakan keputusan yang sangat tepat karena dengan banyaknya masyarakat yang melakukan tanaman tumpangsari sehingga buah nanas di Kota Prabumulih tidak pernah putus dan icon sebagai Kota nanas juga tetap bisa dipertahankan,”tandasnya.

Pantauan koran ini beberapa masyarakat yang ingin mengambil buah nanas datang langsung ke kebun Nanas milik Hadi, dengan lokasi yang tidak jauh dengan jalan utama di Kelurahan Muara sungai membuat masyarakat lebih mudah menjangkau kebunnya. “Kami sering kesini karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan jalan utama Desa ini, Selain itu nanas Pak Hadi masih banyak panen buah bungaran jadi lebih asik panen sendiri di kebun,”tambah Juni salah seorang pengunjung kebun nanas milik Hadi.(05)

Komentar

News Feed