oleh

Tunggakan BPJS Capai Rp 13 Miliar

-Metropolis-110 views

RSUD Terpaksa Lakukan Penghematan

PRABUMULIH – Tunggakan pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tak hanya terjadi dibeberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Indonesia.

Tunggakan BPJS juga dialami oleh RSUD Kota Prabumulih. Bahkan pembayaran tunggakan BPJS mencapai Rp 13 Miliar. Jumlah ini merupakan klaim RSUD Prabumulih ke BPJS Kesehatan sejak Juni hingga September. “Baru dibayar bulan 5, bulan 6, 7, 8, 9 itu belum dibayar sama BPJS. Jadi empat bulan belum dibayar,” kata Direktur RSUD dr H Efrizal Syamsudin.

Akibat belum dibayarnya tunggakan BPJS kata dr Efrizal, sangat mempengaruhi operasional RUSD diantaranya stok obat yang terbatas hingga dua bulan kedepan. Belum lagi hutang obat sudah mulai menumpuk.“Obat-obatan agak berat, tapi sekarang ini bantuan dari pemkot tetap ada,” katanya.

Dilanjutkannya, salah satu upaya agar operasional tak makin terganggu pihak RSUD melakukan penghematan. “Untuk obat pemilihan obat yang dibutuhkan pasien. Dari generik diganti obat paling rendah, yang dibeli dari harga katalog kita lebih rendah lagi. Jadi kita memang melakukan penghematan besar-besaran dari obat-obatan. Dengan begitu, kita banyak nafas kita masih jalan. Kami pikirkan bukan masalah gaji karyawan apalagi PNS sudah digaji. Karena bahan habis pakai itu yang mendesak, ” terangnya.

Disinggung bila hingga beberapa bulan kedepan tunggakan belum juga dibayar oleh BPJS? Apakah RSUD akan menolak pelayanan untuk pasien BPJS? Dengan tegas dr Efrizal menyatakan pihaknya tidak akan menolak pasien. “RSUD kota Prabumulih akan tetap melayani. Kita tidak akan melakukan penolakan, kita akan terus berjuang agar pelayanan tetap ada, yang jelas pelayanan harus tetap terbaik dan berkualitas untuk pasien,” tegasnya.

Selain terus berupaya agar pelayanan tetap berjalan. RSUD juga meyakini, bila Pemerintah Kota tidak akan tinggal diam dan akan terus memberikan dukungan. “Tapi tetap harapan kami agar setelah regulasi diperbaiki, ada pembayaran dari BPJS,” ucapnya.

Kemudian, terkait besarnya tunggakan apakah RSUD sudah melayangkan surat penagihan ke BPJS? Menurit dr Efrizal hal tersebut tak perlu dilakukan. Sebab, selaku perusahaan plat merah, baik PBJS muapun RSUD sudah memilliki prosedur untuk pembayaran.

“Kita ada sistem setiap bulan, kita nagih begitu diverifikasi nagih, nah tagihan sudah masuk. Jadi memang sekarang harus pintar manajemen,” tukasnya. (08)

Komentar

News Feed