oleh

Tunda Belajar Tatap Muka, Komisi I Tak Ingin Prabumulih Viral

-Metropolis-32 views
  • Feri Alwi: Jangan Menabrak Aturan

PRABUMULIH – Pembelajaran tatap muka yang direncanakan hari ini, Senin (31/8/2020) ditunda.

Penundaan tersebut tak lepas dari saran yang disampaikan DPRD Komisi I setelah berkoordinasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sabtu (29/8/2020).

Ketua Komisi I Heri Gustiawan ST menuturkan, dalam rapat bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) proses belajar mengajar ditunda hingga status kota Prabumulih Zona Kuning sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

DPRD melalui Komisi I terangnya, tak ingin Kota Prabumulih Viral dengan melaksanakan proses belajar mengajar dalam status zona orange.“Kita tidak mau istilahnya nanti menjadi viral, kalau Prabumulih sudah tau zona orange masih melaksakan proses belajar,” katanya.

Disampaikan Heri, terdapat 6 point hasil rapat koordinasi bersama tiga dinas tersebut. Dimana salah satu poin tersebut ungkap Heri, belum ada surat edaran ke sekolah terkait rencana pembelajaran tatap muka.

“Ternyata diketahui, sejuah ini dinas pendidkan belum mengeluarkan surat edaran tatap muka karena melihat situasi dan kondisi sekarang,” kata Heri.

Dimana lanjut Politisi Partai Persatuan (PPP) ini, berdasarkan keterangan dari Dinas Keseha tan kota Prabumulih masuk dalam zona orange covid-19. “Prabumulih berada pada status orange, dan itu sesuai dengan SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 menteri, bahwa dilarang melakukan pembelajaran tatap muka,” jelasnya.

Alasan lainnya ungkap Heri, agar pembelajaran tatap muka ditunda mengingat dari hasil koordinasi dinas P2KBP3A dengan Provinsi Sumsel dam KPAD yang pernah turun langsung ke Kota Prabumulih dari sisi perlindungan kesehatan dinilai sudah maksimal.

“Tapi ada yang cukup mengkhawatirkan, yakni prilaku siswa. Mereka khawatir siswa berangkat dari rumah, tapi ternyata tidak sampai ke sekolah. Ini tentu dikhawatirkan justru memunculkan masalah baru,” jelasnya.

Nah, dari sejumlah alasan tersebutlah tambah Heri, DPRD Komisi I menyarankan agar, pemkot mengevaluasi dan menunda pelaksanaan sosisalisasi dan pelaksaanaan pembelajaran tatap muka.

“Dengan semikian berdasarkan keputusan bersama 4 menteri, untuk plaksanaan belajar tetap dilakukan secara daring,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, komisi I juga meminta dinas kesehatan untuk tetap melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan agar Kota Prabumulih kembali zona hijau.

“Harapan kita seperti itu, Prabumulih harus keluar dari zona orange ke zona kuning bahkan zona hijau. Dengan begitu proses belajar tatap muka dapat dilaksanakan,” tukasnya.

Sementara itu sekertaris Komisi I Feri Alwi SH menambahkan, langkah pihaknya menyarankan agar pembelajaran tatap muka tatap muka ditunda sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh 4 menteri.

“Kita menyarankan ditunda dulu, karena yg boleh itu hijau dan kuning. Jangan sampai kita menabrak aturan, memang tujuan baik tapi jangan menabrak aturan,” ujarnya.

Sebab kata Feri Alwi, dengan status kota Prabumulih yang masih zona orange sudah tentu penyebaran Covid-19 di Kota Prabumulih masih ada. “Kita turuti saja aturan yang boleh zona kuning dan hijau. Jadi kami bukan menolak tapi menyarankan ditunda,” tegasnya.

Masih lanjut dia, untuk menekan penyebaran Covid-19 pemerintah kota harus lebih maksimal melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Giatkan lagi sosialisasi secara terus menerus, sampai masyarakat patuh itu salah satu cara menekan penyebaran dan mewujudkan Prabumulih zona kuning ke hijau,” pungkas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.(08)

 

Komentar

News Feed