oleh

Tujuh Tersangka Pungli Terancam Tiga Bulan Penjara

PRABUMULIH – Aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan sejumlah preman di kota ini masih kerab terjadi. Tentunya hal ini menjadi perhatian cukup serius Polres Prabumulih.

Alhasil, tujuh pelaku dari dua lokasi yakni Rumah Makan Siang Malam dan Indomaret Simpang Air Mancur berhasil diamankan petugas, dini hari (1/10) Selasa.

Lokasi pertama Rumah Makan Siang Malam, Tim Opsnal Polres Prabumulih berhasil mengamankan tiga orang. Yaitu; Hendri (39) warga Jalan Nias Kelurahan Gunung Ibul, Anang (42)warga Jalan Bima Kelurahan Wonosari, Junaidi (35) warga Taman Baka, Febrianto (33) warga Simpang Jalan Belitung Kelurahan Gunung Ibul.

Lalu, di lokasi kedua Indomaret Simpang Air Mancur. Tiga tersangka lagi, antara lain; Ofan (45) warga Jalan Kemuning Kelurahan Cambai, Densi Pratama (30) warga Taman Murni, Dani (41) warga Air Mancur.

Informasi dihimpun koran ini dari sumber kepolisian, penangkapan aksi pungli tersebut hasil ploting petugas menindak dan menertibkan tersangka pungli meresahkan selama ini, masih kerap kali beraksi.

Selain tersangka, sebanyak 7 orang. Petugas juga berhasil mengamankan, sejumlah uang diduga hasil pungli para tersangka dari para sopir truk.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sunarya SH SIk MH didampingi Wakapolres, Kompol Harris Batara SIk dan Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman SH MH membenarkan, penangkapan 7 tersangka pungli.

“Modus para tersangka menjadikan pengawal terhadap truk masuk kota. Dengan imbalan uang, karena sudah dilarang masuk kota. Kalau tidak mau memberi, diancam di lempar batu dan lainnya,” terangnya.

Tersangka sendiri, kata dia, dijerat dengan Pasal 504 KUHP (Piring). Dengan ancaman penjara, paling lama tiga bulan. “Tersangka sudah kita tahan dan menjalani proses hukum, barang bukti uang hasil pungli sudah kita sita sebesar Rp 1,4 bulan,” pungkasnya.

Lanjutnya, kasusnya terus dikembangkan dan lidik, untuk mengungkap keterlibatan pihak lain. “Untuk memberantas kasus pungli di kota ini,” tambahnya.

Sementara itu, salah tersangka, Ofan mengaku, kalau sekali mengawal mobil mendapatkan uang Rp 200 ribu. “Kita hanya menawarkan jasa pengawalan bae. Sekali kawal bisa Rp 200 ribu, semalem pacak 2-3 mobil,” tambahnya. (03)

Komentar

News Feed