oleh

Tubuh Proporsional, Betty Sering Dikira Polwan

-Seremoni-27 views

BERBAGAI pengalaman menarik dialami oleh para guru saat berada di tengah Pandemi Virus Corona. Terurama saat akan keluar rumah dengan menggunakan Masker, bahkan ada yang menggunakan Alat Pelindung Diri  (APD) lengkap.

Namun pengalaman berbeda dialami oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMAN 1, Betty Gusdwisari SPd. Wanita yang memiliki tubuh yang tegap dan proforsional dan merupakan impian semua orang ini, sering dianggap sebagai seorang Polisi Wanita (Polwan).

Memang tubuh ideal, seperti Betty identik dengan wanita yang hoby olahraga dan sangat cocok sebagai seorang Polisi wanita (Polwan), jadi tak heran seperti yang dialami oleh Wanita tinggi gempal ini.

Dirinya sering dianggap sebagai seorang Polwan saat di lapangan, terutama yang tidak mengetahuinya sebagai seorang guru. Perkataan yang menarik perhatian masyarakat terutama saat dirinya bersama para guru lainnya.

“Pernah saat jalan bersama Kepsek, ada yang nyeletuk, Hebat ya bu Kepsek dikawar Polwan,” tuturnya bercerita.

Padahal dirinya merupakan Guru Bimbingan Konseling di sekolah yang saat ini di percaya memegang jabatan sebagai Wakil Kepala Skeolah Bidang Kurikulum.

“Namun pengalaman tersbeut menjadi hal yang biasa, meskipun dirinya sering merasa malu, kadang juga merasa bangga ternyata cocok juga untuk menjadi seorang Polwan,” canda ibu 1 anak ini.

Menjalankan tugas sebagai Wakil Bidang kurikulum, membuat dirinya disibukkan dengan tugas untuk persiapan penerapan proses pembelajaran tatap muka saaat masuk tatanan normal baru (New Normal).

Terkhusus untuk persiapan penerapan proses pembelajaran tatap muka, dirinya memilki untuk mengkombinasikan antara proses pembelajaran tatap muka denganpembelajaran Dalam Jaringan (Daring).

“Kita memberikan kesmpatan kepada para guru yang usianya diatar 50 tahun , kita wajibkan untuk mengajar dari jarak jauh. Apalagi siswa tidak bisa masuk secara keseluruhan dalam satu hari,” beber Alumni Universitas lampung ini.

Pihaknya juga menegaskan agar ketuntasan materi pembelajaran tidak menjadi tujuan utama, namun lebih pada penekanan karakter dan etika para siswa yang akan menjadi modal dalam kehidupan sehari hari. “Kita juga meminta kepada para guru mata pelajaran agar mengkolaburasikan materi dengan keadaan terkini, kaitkan semua materi pembelajaran dengan covid-19,” tandasnya.(05)

 

Komentar

News Feed