oleh

Tonjolkan Pewarna Alam, Rekrut Pekerja Lokal

SONGKET sudah lama dikenal masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel). Prabumulih sendiri ada Azizzah Songket. Usaha yang ditekuni Roslaini ini kini terus berkembang. Berikut ceritanya.
TAK sulit menyambangi Azizah Songket. Persis di Jalan Kartini, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Kemarin (18/7), sekitar pukul 10.15 WIB wartawan koran ini bertandang ke pengerajin tersebut.
Rumah cat putih berukuran besar, dilengkapi pagar keliling dengan halaman yang cukup luas, menjadi pemandangan awal saat hendak menemui Roslaini (60). Karena pintu pagar terbuka, wartawan koran ini yang menggunakan motor lansung masuk halaman.
Di teras rumah, terlihat dua pekerja wanita tengah sibuk menenun. “Ibu ada mbak ?”. Salah seorang pekerja langsung menyahut “Oh iya. Tunggu dulu ya, saya panggil dulu,” ungkapnya seraya masuk ke dalam rumah.
Tak begitu lama, ia bersama lelaki dewasa mengenakan kaos biru gelap bercelana panjang menuntun anak kecil keluar dari ruang utama. “Oh, ada apa dek. Ibu lagi nggak ada,” ujarnya ramah. Setelah mengetahui maksud kedatangan wartawan koran ini, pria yang memiliki nama lengkap Evan Setiawan langsung mempersilahkan duduk.
Beralasakan hambal, tanpa ragu Evan pun langsung menceritakan pengalaman sang ibu membangun usaha Azizah Songket. “Maaf ibu lagi ke Palembang. Hanya saya di rumah,” terangnya. Evan adalah anak ketiga pasangan Roslaini dan almarhum EZ Ramlan. Kedua kakaknya masing-masing Ely Novita Sari dan Eni Endriani tinggal di luar kota.
Dengan senyum mengembang di bibir, pria berkumis ini langsung melempar pandangannya ke deretran songket yang ada di ruangan. “Kita memprodukis songket dengan dua jenis alat, ada yang original berupa cukitan, turunan,” ucapnya.
Harganya bervariasi. Ada yang mahal, ada juga murah. Tergantung motif dan kualitas. Antara Rp1 juta hingga Rp7 juta. Tapi kata dia, ada juga yang Rp150 ribu dan Rp300 ribu. Itu untuk jenis kain biasa. Sang ibu lanjut Evan, sangat menekuni usahanya sebagai pengerajin songket. Sejak membuka usahanya pada awal 2000-an hingga sekarang, terus bertahan.
“Alhamdulillah kami masih bertahan. Ibu selalu berinovasi agar hasil tenunnya berkualitas,” katanya. Meski memberdayakan tenaga kerja lokal, tapi dari sisi hasil produksi tidak kalah bersaing dengan daerah lain. Termasuk Palembang. “Ibu merekrut 20 pekerja lokal, untuk menenun. Ada yang dikerjakan di Azizah Songket ada di rumah masing-masing,” katanya.
Tujuan ibu mempekerjakan tenaga kerja lokal tak lain untuk memberi tambahan penghasilan kepada mereka. “Sebab ada diantaranya ibu rumah tangga,” tukasnya. Ia mengatakan, Songket Azizah adalah songket Palembang. Hanya saja bermotif nanas. Dimana, songket motif nanas ini sudah memiliki hak cipta.
Setidaknya terang Evan, ada tiga motif. Masing-masing motif papan sebatang nanas, seinggok nanas dan cantik manis nanas. Kesemua motif tersebut ada di Azizah Songket. “Yang kami tonjolkan adalah pewarna alam. Baik dari akar, kulit, biji dan kayu. Inilah keunggulan dari Azizah Songket. Sehingga warna akan lebih sof,” paparanya seraya menunjukan beberapa hasil tenun yang dihasilkan para pekerja.
Untuk diketahui kata dia, tingginya harga songket lantaran tingkat kerumitan dan nilai kualitasnya. “Tapi bagi mereka yang faham tentang songket sudah memaklumi,” terangnya.
Sebab, pada kenyataannya memang membuat kain tenun songket ini selain rumit, membutuhkan waktu lama. Karena dikerjakan manual.
“Kita mempertahankan kualitas mas,” ucapnya. Sebab itulah yang akan menjadi nilai lebih dari Songket Azizah. Dia tak memungkiri, banyak pesanan yang datang kepadanya. Baik dalam kota hingga luar daesrah. “Kalo harga tergantung permintaan. Kadang ada rombongan yang sengaja datang untuk belanja,” paparnya.
Awal Azizah Songket dikenal, setelah mengikuti pameran pembangunan saat HUT Kota Prabumulih. Sekitar 2014. Selanjutnya, Azizah Songket masuk dalam binaan PT Pertamina. Seiring waktu perkembangan usahanya terus ada kemajuan. “Terus terang ibu mau melatih bagi mereka yang mau belajar menenun atau membuat songket,” jelasnya. (*)

News Feed