oleh

Tol Trans Sumatera Beroperasi Juni, Empat Ruas Jalan Sudah Kantongi Sertifikat Laik Operasi

-Nasional-641 views

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong penyelesaian tol baru di berbagai wilayah. Salah satunya empat ruas Tol Trans Sumatera yang ditargetkan dapat beroperasi pada Juni mendatang.

Kepala Badan Pegatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan terdapat empat ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang dalam waktu dekat secara bertahap siap diresmikan dan beroperasi, yakni ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) (140,93 Km), Medan-Binjai (Segmen Helvetia-Veteran) (2,75 Km), Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 (9,1 Km), dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (189,2 Km).

“Dua diantaranya sudah mengantongi Sertifikat Laik Operasi yaitu Jalan Tol BakauheniTerbanggi Besar dan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi tujuh,” terang Danang Parikesit, Kamis (28/2).

Sementar untuk Jalan Tol Medan-Binjai (Segmen Helvetia-Veteran) masih dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dan Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang PanggangKayu Agung dalam proses penyelesaian konstruksi.

Nah untuk Tol Bakter yang memiliki empat buah seksi yakni Seksi 1 BakauheniSidomulyo (39,4 Km) dimana Segmen Pelabuhan Bakauheni-SS Bakauheni (8,9 Km) sudah beroperasi Januari 2018. “Sendangkan untuk seksi dua Sidomulyo-Kotabaru (40,6 Km) dengan Segmen SS Kotabaru-SS Lematang (5 Km) juga sudah beroperasi Januari 2018. Seksi tiga Kotabaru-Metro (29 Km) dan Seksi 4 Metro-Terbanggi Besar (31,93 Km),” paparnya.

Kondisi serupa, lanjut Danang, serupa dengan Jalan Tol Medan-Binjai (16,73 Km) terdiri atas tiga seksi yakni Seksi 1 ruas Tanjung Mulia-Helvetia (6,27 Km), seksi dua ruas Helvetia-Semayang (6,18 Km) dan seksi tiga ruas Semayang-Binjai (4,28 Km) sudah beroperasi penuh pada Oktober 2017.

Termasuk Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) yang secara keseluruhan memiliki panjang 61,7 km. Pengusahaannya dilaksanakan oleh PT. Jasamarga Kualanamu Tol dengan investasi sebesar 4,96 Triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun.

“Untuk jalan Tol MKTT seksi dua sampai enam Parbarakan hingga Sei Rampah (41,65 Km) telah diresmikan Oktober 2017 dan Seksi 1 Tanjung Morawa-Perbarakan termasuk Simpang Susun Kemiri (10,75 Km) telah beroperasi pada Juni 2018,” paparnya.

Untuk diketahui, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dikerjakan oleh PT. Hutama Karya dengan nilai investasi Rp21,95 triliun dan ditargetkan akan beroperasi pada Juni 2019. “Tol ini terdiri atas dua seksi yakni seksi satu Terbanggi Besar-Pematang Panggang (112,2 Km) dengan progres konstruksi 89,06 persen dan seksi dua Pematang Panggang-Kayu Agung (77 Km) dengan progres konstruksi 90,80 persen,” papar Danang.

Terpisah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, upaya mendorong penyelesaian ruas-ruas tol baru di berbagai wilayah terus dilakukan. Ini upaya meningkatkan konektivitas antar wilayah sebagai amanat Nawa Cita. “Pemerintah telah memulai pengoperasian ruas-ruas jalan tol sepanjang 782 Km dalam kurun waktu empat tahun (2015-2018),” terangnya.

Ia mencontohkan Tol Trans Jawa. Saat ini telah tersambung dari Merak hingga Grati, Pasuruan sepanjang 913 Km. Secara keseluruhan, pada tahun 2019, ditargetkan pembangunan sepanjang 1.070 Km termasuk beberapa ruas tol Trans Sumatera sehingga total menjadi 1.852 Km. “Kehadiran Tol Trans Sumatera bertujuan untuk menurunkan biaya logistik nasional serta menjadi jalan alternatif Jalan Lintas Timur Sumatera yang sudah ada,” jelasnya.

Basuki optimistis Jalan Tol Trans Sumatera dengan ruas utama sepanjang 2.000 Km akan dapat tersambung pada tahun 2024. “Jika melihat capaian selama empat tahun terakhir maka Tol Trans Sumatera dari Bakaheuni sampai Banda Aceh dengan panjang sekitar 2000 Km, akan tersambung secara bertahap hingga tahun 2024,” papar Basuki dalam siaran persnya. (ful/fin)

News Feed