oleh

Tim Medis Tunggu MoU, Terkait Tatap Muka SD

-Pendidikan-13 views

PRABUMULIH– Rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Prabumulih, direncanakan akan didampingi atau akan dilakukan dalam pengawasan tenaga medis, yaitu tenaga kesehat dari Dinas Pendidikan Kota Prabumulih.

Namun  berdasarkan hasil rapat dari tim Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Prabumulih Barat, Jumat (25/12/2020) di salah satu ruang kelas SDN 8 Prabumulih, masih belum bisa diputuskan jumlah biaya yang akan dikeluarkan.

“Salah satu inti pembahasan pertemuan kita diantaranya jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk honorer tenaga medis. Namun kita belum memutuskan karena belum ada informasi MoU antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,” kata Ketua K3S Kecamatan Prabumulih Barat, Rusmawati SPd, Jumat (25/12/2020).

Sementara poin penting lainnya, diantaranya adalah, Senin (28/12/2020), pertemuan wali murid kelas 6 saja dan Senin (4/1/2021) masuk sekolah hanya kelas 6 dulu , dilanjutkan dengan kelas V di bulan Februari jika tidak ada halangan.

“Sebelum masuk wali murid harus menandatangani surat pernyataan,tanpa paksaan. Serta komitmen sekolah menerapkan rotokol kesehatan yang harus ketat,”tandasnya.

Terpisah, Kabid Pembinaan SD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih,Sri sefti Wartini SPd MH mengatakan hal sama. Dari hasil rapat terakhir bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih sudah ada persiapan untuk penandatanganan MOU antara dinas kesehatan dan dinas pendidikan.

Namun saat rapat terakhir besoknya masuk hari cuti bersama dirinya berharap emoji tersebut sudah terjadi saat masuk belajar tatap muka. “Kita liat hari senin ini, karna ada pertemuan dengan wali murid, lantaran menunggu penerapan belajar tatap muka, kita juga maksimalkan persiapan termasuk administrasi Mou kesiapan tenaga medis,”jelasnya.

Selain itu, menurutnya, penugasan tenaga medis di Satuan Pendidikan juga berkaitan dengan jumlah dana, terutama honorarium. Tentu perlu adanya persiapan dan komunikasi yang baik sebelum ditandatangani MoU.

“Tenaga medis itu juga perlu dibayar, dan itu juga menyangkut masalah pembiayaan.  Karena itu perlu adanya komunikasi, terutama dengan pihak sekolah yang akan membayar dan tenaga yang akan dibayar,”bebernya.

Meski begitu, wanita ini menyampaian agar semuanya dapat berjaĺan sebagaimana mestinya. Sehingga pelaksanaan pembelajaran tatap muka juga dapat berjalan aman, dengan adanya langkah antisipasi dengan menyediakan tenaga medis.

“Dalam persetujuan terakhir,  tenaga medis direncanakan satu orang disetiap Satuan Pendidikan. Mengingat pelaksanaan pelajaran tatap muka hanya sedikit siswa yang datang, jadi kebutuhan tersebut diharapkan dapat terpenuhi, “tandasnya.(05)

Komentar

News Feed