oleh

Tim Brigade Tekan Serangan Hama

MARTAPURA – Untuk melakukan pengendalian hama wereng yang merusak tanaman padi di diwilayah Kecamatan Semendawai Suku III. Dinas Pertanian mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim brigade dan laboratorium hama wereng.
Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Sujarwanto mengatakan, setelah mendapatkan informasi tentang adanya serangan hama wereng yang merusak tanaman padi petani, pihaknya langsung menerjunkan tim brigade dan laboratorium hama, untuk melakukan penangendalian.
Luas hamparan sawah di Desa tersebut 60 hektar dengan tanaman padi varitas ciliwung, ciherang, mikongga,mikongga, sunggal, inpari 32 dengan masa tanaman 75 sampai 85 hari. “Sedangkan luas lahan yang terserang hama 5,75 hektar, itensitas serangan 20 persen dengan populasi 20 hingga 25 ekor rmpn,” katanya, Senin (08/07).
Untuk luas pengendalian 30 hektar. Hama capung, laba-laba, paederus,kumbang kubah. Kesimpulan pengamatan mingguan dan pengendalian dengan insektisida yang diajukan, eradikasi tanaman terserang.”Kita harapkan dengan adanya pengendalian ini mampu menekan serangan hama dan padi petani bisa diselamatkan,” ujarnya.
Untuk diketahui, Petani diwilayah Kecamatan Semendawai Suku III gelisah dengan kondisi tanaman padi yang mulai menguning sedikit demi sedikit mulai ‘leles’ atau rusak dengan penampakan warna kecoklatan seperti padi yang usianya sudah matang.
Penampakan padi muda itu seolah-olah padi yang siap panen. Namun padi yang semula tampak seperti siap panen ternyata bulir buahnya belum berisi. Jadi layaknya padi ini siap-siap tidak sempurna proses pembuahannya. Hal tersebut disebabkan karena serangan hama wereng coklat.
Serangan wereng ini saat ini benar-benar melumpuhkan produksi pertanian sebagian masyarakat di Semendawai Suku III. Padahal masa tanam ini hasilnya hendak digunakan untuk keperluan kebutuhan sehari-hari dan tentu biaya budidaya padi di musim selanjutnya.
Pantauan dilapangan banyak sekalai hama wereng yang menyerang lahan persawahan, kasihan sekali para petani, padi ini sudah kering sebelum waktunya.
“Tofa salah satu warga di Kecamatan Semendawai Suku III yang sedang melakukan penyemprotan dilahan persawahannya mengatakan bahwa memang benar padinya tengah diserang hama wereng dan itu juga buktikan bahwa benar di antara batang padi banyak dikerubuti hama yang cukup merusak ini,” terangnya.
Melihat serangan wereng ini pun petani secara personal menghalau wereng coklat yang merusak padi mereka, tapi faktanya hingga berkaleng-kaleng obat itu disemprotkan ternyata hama itu tak kunjung sirna. “Bukannya mati, sawah petani terancam rusak dan gagal panen,” tambahnya.
Menurutnya bahwa wereng coklat adalah salah satu hama yang cukup mematikan, dengan sekali bertelur wereng bisa menghasilkan individu baru yang akan semakin banyak dan menyerang dengan massif. Beruntung jika serangan wereng ini bisa diketahui dan dibasmi sebelum ia berkembang pesat.
“Tapi sayang sekali, kebanyakan petani kurang teliti dan terkesan kurang bisa mengatasi hama wereng. Jadi meskipun ada yang di antara mereka sukses membunuh ribuan wereng, ternyata ada jutaan wereng lain yang dengan massifnya merusak hamparan padi mereka,” pungkasnya.
Kemudian, Ali (56), warga di Kecamatan Belitang juga mengatakan, kalau di wilayahnya juga terserang hama wereng, tentunya permasalahan hama wereng ini hampir setiap tahun menyerang tanaman padi warga di OKU Timur, agar peristiwa ini tidak terus menerus merugikan petani, sepatutnya Dinas Pertanian dan pihak terkait lainnya memberikan solusi dalam memberantas hama tersebut dengan jangka panjang. Jangan sampai memberikan kesan seperti pembiaraan dan tidak ada perhatian.
“Apalagi Kabupaten OKU Timur khususnya wilayah Belitang terkenal sebagai Kabupaten penghasil pangan terbesar, jika tidak ditunjang dengan perhatian yang serius kepada petani maka hasil pangan pun akan turun anjlok,” pungkasnya. (clau)

Komentar

News Feed