oleh

Tidak Kembalikan Laptop Perusahaan. Mantan Karyawan Perusahaan Air Mineral Jadi Pesakitan

-Ringkus-63 views

PRABUMULIH – Mey Lien SE, mantan karyawan perusahaan air mineral di Kota Nanas ini terpaksa menjadi pesakitan alias terdakwa dalam kasus dugaan pengelapan dalam jabatan alias Pasal 374 KUHP di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN), Rabu (14/8). Kini, kasusnya tengah bergulir di sidang pengadilan dan masih tahap pemeriksaan saksi. Sidang sendiri, kemarin diketuai AA Oka PB Gocara SH MH didampingi Hakim Anggota, Yudi Darma SH MH dan Dendy Firdiansyah SH.

Ketua PN, AA Oka PB Gocara SH MH melalui Humas, Dendy Firdiansyah SH dikonfirmasi membenarkan, kalau Mey Lien SH menjadi kasus terdakwa Pasal 374 KUHP. Lantaran, diduga tidak mengembalikan laptop milik perusahaan air mineral dan berisi data penting. Dan, takut disalahgunakan terdakwa. “Kalau dakwannya, terdakwa disangkakan Pasal 374 KUHP tentang pengelapan dalam jabatan. Ancamannya, 4 tahun penjara. Kasus persidangannya, sekarang ini masih bergulir di PN dan baru tahap pemeriksaan saksi,” ucapnya kepada awak media.

Masih kata dia, pada pemeriksaan saksi kemarin, keterangan saksi korban cenderung memberatkan terdakwa. Dan, membenarkan aksi dugaan pengelapan laptop perusahaan tidak mau dikembalikan terdakwa. “Majelis sejumlah saksi, dihadirkan JPU (Jaksa Penuntut Umum, red), dan memang membenarkan. Kalau terdakwa telah mengambil laptop perusahaan, dan tidak kunjung dikembalikan usai terdakwa berhenti,” terang Dendy.

Lanjutnya, sidang sendiri akan dilanjutkan pada minggu depan. Dan, masih beragendakan pemeriksaan saksi. Setelah itu, kata dia, baru dilanjutkan dengan sidang tuntutan disampaikan JPU. “Sementara ini, sidang masih beragendakan pemeriksaan saksi-saksi. Karena, pemeriksaan saksi cukup banyak dan masih membutuhkan waktu. Baru satu saksi dari 4 saksi diperiksa di muka sidang. Sidang ditunda dan dilanjutkan minggu depan,” tukasnya.

Senada juga dibenarkan JPU, Firmansyah SH, kalau terdakwa diduga dengan sengaja melakukan pengelapan laptop perusahaan, karena permintaannya tidak dipenuhi perusahaan. “Terdakwa, memang sebelumnya didakwa Pasal 374 KUHP tentang pengelapan dalam jabatan dengan ancaman 4 tahun penjara,” bebernya. Sementara itu, Kuasa Hukum Korban, H Jhon Fitter S SH MH membenarkan, karena tidak ada niat baik dari terdakwa, Mey Lien SE. Akhirnya, dilaporkan ke polisi hingga kasusnya sekarang ini bergulir di PN.

“Sejak awal, klien kita (Perusahaan Air Mineral, red) telah berupaya dengan niat baik. Agar terdakwa, mengembalikan laptop perusahaan berisi data penting. Tetapi, terdakwa tetap bersisi kukuh, tidak mau mengembalikannya dan kita polisikan dan akhirnya di sidangkan,” terangnya. Sambung Jhon, sebagai kompensasi perusahaan telah memberikan kompensasi Rp 30 juta dari Rp 100 juta diminta terdakwa, karena telah bekerja selama 2 tahun di perusahaan air minum kliennya.

“Uang Rp 30 juta diambil, tetapi laptop perusahaan juga tidak dikembalikan. Padahal, jika dibandingkan kasus hukum membelitnya. Harga laptop tidak seberapa, jika laptop perusahaan dikembalikan terdakwa tidak akan berujung di sidang seperti sekarang ini,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed