oleh

Tetap Kreatif, Sabar dan Tangguh

-Kecamatan-25 views

PRABUMULIH – Tahun 2020, tugas dan beban para ibu di Indonesia semakin berat. Betapa tidak, wabah Covid -19 menambah daftar “uji kesabaran” bagi kaum Ibu.

Ujian kesabaran mulai dari menurunnya penghasilan ekonomi suami, belum lagi aktivitas kegiatan yang harus dibatasi. Tugas ibu semakin berat, tatkala aktivitas belajar mengajar di sekolah terpaksa harus dari rumah. Ibu yang dengan seabrek aktivitas di rumah harus menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah.

Belum lagi anak yang biasanya harus dibatasi bermain handphone, kini “wajib” memplototi handphone untuk mengikuti belajar secara daring. Alih-alih belajar, kadang anak sudah berselancar memainkan paket internet bermain game ataupun menonton dari youtube.

Tak jarang saat itu, emak emak naik spaning. Kalimat anak daring, emak darting (darah tinggi) belakangan makin buming.

Nah, dalam situasi saat ini. Tepat di moment peringatan hari ibu, Selasa (22/12/2020). Ibu-ibu di Kota Prabumulih harus tetap bersemangat, sabar dan harus makin kuat. Hal itu seperti disampaikan Ketua TP PKK Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho didampingi Hj Reni Indayani Fikri SKM, Senin (21/12/2020).

“Kita ini harus tetap kuat, karena situasi sekarang masa pandemi. Ibu-ibu yang sebelumnya bisa beraktifitas bebas sekarang tidak bisa, bisa berjualan dengan enak mungkin sekarang pendapatannya sudah menurun. Tapi ibu-ibu harus sabar dan kuat menghadapi pandemi,” kata Ngesti Rahayu Ridho.

Pandemi kata ibu dari dr Murwani Emasrissa Latifah ini, tak melulu membawa dampak kelabu. Betapa tidak, di tengah pandemi terkadang memberikan peluang bagi kaum ibu untuk menjadi lebih produktif, inovatif dan kreatif untuk menambah penghasilan ekonomi. “Masa pandemi kita ibu-ibu dituntut kreatif, karena kalau kita kreatif mudah-mudahan apa yang kita usahakan bisa berhasil,” ujarnya disela-sela acara peresmian gedung posyandu di Kelurahan GIB.

Lebih lanjut, Ngesti menuturkan pandemi juga menjadikan para ibu untuk lebih sabar. “Selama pandemi, ibu-ibu banyak mendampingi anak karena harus belajar online dari rumah. Ini menjadikan kaum ibu harus lebih sabar dan semangat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ngesti menyampaikan terdapat peran besar dari kaum ibu dalam mencegah penyebaran covid-19. Baik dari dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat. “Pesan ibu itu biasanya selalu diingat, sehingga ibu-ibu harus selau mengingatkan keluarga, anak untuk tetap menerapkan 3 M (pakai masker, cuci tangan, serta jaga jarak),” jelasnya.

Sementara bila ada keluarga yang menderita sakit Covid lanjut dia, keluarga, kerabat, ataupun warga sekitar  tidak harus terlalu takut berlebihan. “Ibu-ibu jangan takut tetap diperlakukan sebagai manusia seperti adanya, kemudian kalau dengan menjaga kesehatan dengan benar ibunya kuat mudah-mudahan sembuh. Jadi jangan terlalu takut berlebihan, harus tetap beraktifitas dan tetap jaga protokol,” tukasnya.(08)

Komentar

News Feed