oleh

Tetap Damai Meski Beda Pendapat

PRABUMULIH – Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak merupakan suatu proses dan bentuk pelaksanaan demokrasi, kebebasan memukaan pendapat.
Oleh karenanya, Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Liza Lazuarni SE MSi mengatakan, kalau proses demokrasi harus menghargai perbedaan pendapat.
“Pelangi itu indah, karena warnanya banyak. Hidup secara damai dalam perbedaan,” pesannya, kemarin (23/11) di sela-sela kegiatan Lauching Pilkada Serentak di Taman Prabu Jaya (PJ).
Makanya, ia meningkatkan, jika hasil Pilkada Serentak. Baik itu Pemilu Wali kota (Pilwako) dan Pemilu Gubernur (Pilgub), hasil berbeda dengan keinginan harus menerima.
“Jangan perbedaan menjadi pemicu terpecah bela, namun harus dijadikan semangat dan kekuatan untuk bersatu. Semoga Pilkada Serentak di Prabumulih berjalan lancar, aman, dan demokratis,” ujar Liza sapaan akrabnya.
Tak lupa, ia menjelaskan, kalau lauching Pilkada Serentak ini menandakan telah dimulai tahapan pilkada. Diakuinya, suara rakyat merupakan segalanya untuk memilih pemimpin yang berintegritas untuk terus membangun kota yang dipimpinnya.
“Pilkada Serentak kita 27 Juni 2018, saluran hak suaranya. Untuk meramaikan dan menyukseskan proses demokrasi lima tahunan, untuk memilih pemimpin yang terbaik,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Prabumulih, M Takhyul SIP mengajak, pemilih pemula untuk mencoblos di pelaksanaan Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018 tersebut. Ia menyebutkan, ada 9 kabupaten/kota dan 1 provinsi di Sumsel yang melaksanakannya.
“Prabumulih salah satu kota yang melaksanakan Pilkada Serentak. Pilkada Serentak Ini, sarana kedaulatan rakyat 5 tahun ke depan untuk memilih pemimpin terbaik,” kata dia.
Sambungnya, Pilkada Serentak mengedepankan prinsip demokrasi yaitu Langsung Umum Bebas dan Rahasia (LUBER). Pilkada Serentak ini, tanggung jawab bersama untuk menyukseskannya.
“KPU sebagai pelaksana tetap mengedepankan prinsip profesional dan porposional dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak,” tukasnya.
Takyul menyebutkan, kalau tahapan Pilkada Serentak sudah mulai dijalankannya untuk menyukseskan pelaksanaannya. Ke depan, ada tahapan pengelolaan DP4, penyerahan dukungan perseorangan, dan lainnya.
“Penetapan calon pada 12 Februari 2018, sedangkan 13 Februari 2018 pengundian nomor calon. Dan, akhirnya pada 27 Juni 2018, hari H pencoblosan. Sebelumnya, adalah masa kampaye dan tiga hari masa tenang,” tambahnya.

Wako, Ir H Ridho Yahya MM menerangkan sekaligus mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang tepat, sehingga membawa kemajuan bagi Bumi Seinggok Sepembuyian ini.
“Hati-hati memilih pemimpin, bisa menghancur dan merusak prabumulih. Pilih lah pemimpin yang punya rasa cinta di kota ini. Karena, Prabumulih bukan milik wako, tetapi milik warga kota ini,” wantinya.
Ia menyebutkan, salah memilih 5 tahun Prabumulih akan merugikan masyarakat itu sendiri. Makanya, pilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya.
“27 Juni 2018, datang ke TPS. Coblos sesuai hari nurani, karena menentukan nasib kota ini,” pungkasnya. (06)

News Feed