oleh

Tetap Bisa Belajar Meski Masa Pandemi

//Seri Guru Belajar Berbagi Pendidikan Inklusif

PRABUMULIH – Meski masa pandemi, namun guru dan kepala sekolah tetap bisa belajar dan memanfaatkan waktu luang. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek, menawarkan berbagai seminar secara virtual yang bisa diikuti para guru dan kepala sekolah.

“Saat ini kita mengikuti program seri guru belajar dan berbagi pendidikan inklusif. Salah satu tugas belajarnya harus dipost melalui media sosial seperti facebook, atau instagram, twiter atau aplikasi sosial media lainnya,” ungkap Kepala Sekolah SMPN 8 Prabumulih, Hj Idawati SPd MSi Sabtu (22/5/2021).

Menurutnya, stelah belajar keberagaman peserta didik seri guru belajar dan berbagi pendidikan inklusif, ia baru sadar, selama mengajar hanya fokus pada peserta didik reguler. Padahal pada kenyataannya, ada juga peserta didik berkebutuhan khusus , yang juga berhak mendapatkan pendidikan sesuai dengan Permendiknas Nomor 70 Tahun  2009 mengenai Pendidikan Inklusif, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Oleh karena itu sangatlah penting bagi seorang guru untuk mengetahui keberagaman peserta didik, dengan mengenal  peserta didik secara individu maka kita akan memahami hambatan yang dialami oleh masing-masing peserta didik,” jelasnya.

Wanita ini mendapatkan tips langkah awal yang dilakukan adalah melakukan observasi terhadap peserta didik, maupun melakukan wawancara dengan orang tua peserta didik, kemudian dari hasil observasi tersebut dapat diperoleh profil dari masing-masing peserta didik.

“Dengan cara itu baru saya dapat menentukan metode yang tepat untuk melaksanakan pembelajaran pada peserta didik, sehingga diharapkan materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Ayo Bapak dan ibu guru semua,  mari kita dukung Pendidikan Inklusif, agar anak-anak berkebutuhan khusus menjadi anak yang cerdas dan pintar,” ajaknya.

Hal sama disampaikan guru SMP Negeri 6 Prabumulih Masagus Ilham Syamsudin MPd. Pria ini memanfaatkan peluang untuk tetap belajar meskipun secara virtual dari pada waktu terbuang sia-sia. Ia mengungkapkan setelah mempelajari keberagaman peserta didik di seri guru belajar pendidikan inklusif, ia dapat memahami bahwa adanya keberagaman peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran tidak hanya berdasarkan karakteristik peserta didik yang bersifat umum, tetapi juga memperhatikan karakteristik peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus yang ada dalam kelas.

“Kita sebagai tenaga pendidik harus mampu mengidentifikasi dan mengenal profil peserta didik secara mendalam, sehingga kita dapat mengetahui hambatan dan masalah yang mereka alami.  Jika peserta didik memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain, maka penggunaan kurikulum dengan pembelajaran yang sama dapat dikatakan sebagai suatu sistem pembelajaran yang tidak adil,” jelasnya.

Suatu pembelajaran dikatakan adil jika setiap peserta didik memperoleh layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Pendidikan inklusif merupakan suatu pandangan yang menuntut adanya perubahan layanan pendidikan yang tidak diskriminatif, menghargai perbedaan, dan pemenuhan kebutuhan setiap individu berdasarkan kemampuannya.

“Pendidikan inklusif adalah sebuah proses yang sistematis mengantarkan anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok anak tertentu, pada usia yang sama ke dalam lingkungan yang alami dimana umumnya anak-anak bermain dan belajar,” tandasnya. (05)

Komentar

News Feed