oleh

Tertibkan PKL Padat Karya

PRABUMULIH – Sejumlah pedagang yang berjualan di jalan Padat Karya tepatnya di seberang jalan Kayla Resto, ditertibkan tim Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemerintah Kota Prabumulih. Penertiban dilakukan lantaran para pedagang berjualan menutupi siring atau selokan yang ada, sehingga memicu terjadinya banjir disana.

Dari pantauan, sejumlah pedagang yang ditertibkan saat itu kebanyakan pedagang buah yang lapak jualan melanggar batas berjualan disana. Serta lapak-lapak kosong yang didirikan menutupi siring atau selokan yang ada disana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sat Pol PP Pemkot Prabumulih, Hartono menyebutkan, dilakukannya penertiban lapak pedagang di jalan Padat Karya tersebut karena banyak pedagang yang berjualan melanggar aturan untuk berjualan. “Berjualan masuk ke badan jalan, lalu berjualan diatas parit itu tidak boleh dan itu yang kita tertibkan,” kata Hartono saat dikonfirmasi, kemarin (5/11).

Sebab ungkapnya, selain menyebabkan jalanan menjadi terbatas dan macet. Berjualan diatas parit seprti itu menghambat lajurnya air mengalir. Terlebih lagi sampah yang ditimbulkan dibiarkan dan dibuang di dalam selokan itu. “Jadi lapak pedagang itu kita tertibkan, yang tentunya sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali himbauan langsung ke lokasi itu. Jadi yang hari ini (kemarin, red) kita tertibkan itu sudah benar-benar melanggar,” terang Hartono.

“Dan kita pun dalam menertibkan pedagang ini tidak asal-asalan saja. Jadi bagi pedagang yang ingin membongkar lapaknya sendiri untuk mundur dari badan jalan dan parit kita persilahkan. Namun, bila tidak mau kita yang bongkar dan ada juga yang lebih memilih mencari tempat berjualan lainnya pun kita persilahkan asal mematuhi aturan,” tuturnya.

Menurut Hartono, pedagang pun menerima dilakukan penertiban itu. Karena di musim hujan ini jalan Padat karya itu kondisi air paritnya sering meluap. “Jadi untuk mengatasi itu apa yang menyebabkan meluapnya air parit itu yang kita tertibkan,” tandasnya.

Sementara salah satu pedagang yang enggan sebutkan namanya mengatakan, apabila dilarang berjualan disana, semua pedagang lain yang melanggar harus ditertibkan juga. “Jangan cuma pedagang kecik yang dilarang, pedagang besar yang melanggar aturan juga harus ditertibkan, supaya adil,” pungkas wanita paru baya itu. (01)

News Feed