oleh

Terkesima Lihat Isi Museum Tiga Dimensi Migas

PRABUMULIH – Kehadiran museum tiga dimensi minyak dan gas di lingkungan Komplek Pertamina (Komperta) Prabumulih memberi daya tarik tersendiri. Tak sedikit pengunjung dibuat terkesima dengan isi di museum tersebut.
Seperti yang dirasakan Ketua DPRD H Ahmad Palo beserta jajarannya, yang diundang secara khusus General Manager (GM) PT Pertamina EP Asset 2 untuk melihat penampakan dan isi museum tiga dimensi minyak dan gas di lingkungan Komplek Pertamina (Komperta) Prabumulih.
Begitu masuk, para wakil rakyat tersebut sudah terkesima melihat isi museum tiga dimensi migas yang baru dibangun sekitar 50 persen untuk perusahaan pelat merah itu.
“Belum selesai saja, sudah luar biasa bagus dan menarik serta memikat. Apalagi, kalau sudah rampung jadi. Pertamina harus siap-siap repot, pasalnya akan ramai pengunjung yang datang,” kata Palo dibincangi koran ini di sela-sela kunjungannya akhir pekan lalu.
Pantauan koran ini, proses produksi migas di lingkungan PT Pertamina EP Asset 2. Mulai dari seismik hingga pengeboran dan menghasilkan minyak, tersedia lengkap di monitor televisi. Bukan hanya itu saja miniatur tangki minyak, miniatur sumur serta peralatan pengeboran juga bisa dilihat dan disentuh secara langsung.
“Ini ide yang sangat kreatif sekali, kita mengapresiasi sekali Pertamina telah membangun museum seperti ini. Sangat layak sebagai wisata edukasi atau sarana hiburan bagi masyarakat kita, apalagi museumnya sangat informatif dan edukatif,” ujar Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sambungnya, keberadaan museum tersebut akan menjadi salah satu ikon kota ini. Karena, ke depan tidak hanya dikunjungi masyarakat lokal saja. Tetapi, masyarakat dari kabupaten/kota tetangga.
“Dari penjelasan Pak Eka (GM), kalau museum ini satu-satunya di Indonesia berkonsep tiga dimensi. Bahkan, Pertamina memberikan kesempatan kepada mitra binaannya untuk memajang hasil kerajinannya. Jelas keberadaan museum ini, selain sebagai wisata edukasi migas. Kita harapkan bisa mendorong perekonomian masyarakat, karena ramainya pengunjung yang akan datang ke museum ini nantinya,” tukasnya.
Tambahnya, paling tidak ini bermanfaat bagi pelajar di kota ini. Supaya paham dan punya wawasan tentang produk migas yang ada di lingkungan PT Pertamina EP Asset 2. “Museum ini, ke depan bisa menjadi wisata edukasi bagi sekolah yang ada di kota ini. Dan, memang harus terjadwal kunjungannya. Agar tidak tumpang tindih,” terangnya.
Sedangkan, GM PT Pertamina EP Asset 2, Ekariza mengatakan, pembangunan museum tiga dimensi migas ini terinspirasi melihat sebuah rumah singgah di PT Pertamina EP Cepu “Texas Wonojoloo”.
Sebutnya, diawal ia menjabat GM PT Pertamina EP Asset 2, ingin membangun sesuai yang menjadi ciri khas bagi kota ini. Terpikir, mengapa tidak membuat museum migas di kota ini. Apalagi, sejak lama Prabumulih dikenal sebagai kota minyak.
“Awalnya saya ingin buat taman migas saja, bukan museum. Tetapi, ada usulan dari Pemerintah kota (Pemkot) kenapa tidak bikin museum saja dan saya terima. Setelah sekian lama, akhirnya rencana dan impian tersebut bisa direalisasikan. Dan, dibangunlah museum migas yang bertema tiga dimensi,” ucapnya.
Eka menambahkan, kalau peralatan yang ada di dalam museum tersebut adalah barang-barang eks proses produksi di lingkungan perusahaan. Pihaknya hanya merapikannya, ditambahkan audio visual hingga menjadi menarik dan bagus seperti ini. “Tidak hanya proses seismik hingga proses produksi saja, tetapi kita juga pajang masalah HSSE (Safety),” ujarnya.
Kata Eka, pembangunan museum tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsiblity (CSR) perusahaan. Tidaknya hanya memberikan sarana hiburan atau wisata edukasi bagi masyarakat, tetapi juga menampung hasil kerajinan tangan mitra binaan perusahaan.
“Kita selalu berupaya tumbuh berkembang bersama lingkungan, seperti kata Ketua DPRD. Keberadaan museum tersebut, bisa menjadi salah satu ikon kota ini,” bebernya.
Lanjutnya, ada keberadaan museum tersebut juga bisa mendorong perekonomian masyarakat kota ini. Karena, ramainya pengunjung yang mendatangi museum tersebut. “Di museum migas ini, juga kita bangun mini drilling. Memanfaatkan kompartemen bekas, sehingga menjadi wisata edukasi bagi masyarakat,” pungkasnya. (06)

News Feed