oleh

Terkait Perpanjangan BLT-DD, Kebijakan Tak Singkron, Kades: Kami di Bawah Makin Bingung

-Metropolis-64 views

 

PRABUMULIH – Wabah Covid-19 yang tak kunjung usai, membuat pemerintah memperpanjang penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) hingga September.

Namun ternyata, perpanjangan BLT DD tersebut masih membuat bingung sejumlah kabupaten/kota yang ada di Indonesia termasuk Kota Prabumulih.

“Sudah dapat kabar, tapi bingung belum ado kepastian kalau memang sampai September artinya kami harus mengubah APBDes lagi,” kata salah satu kepala desa.

Kepala Desa Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan, Asmedi C Adam SH dikonfirmasi juga mengaku belum mendapatkan kabar pasti terkaitnya perpanjangan BLT DD.

“Belum ada pembahasan, kalau memang harus dilaksanakan kami siap. Hanya saja tentu repot harus mengubah APBDes,” ungkap Asmedi mengakui dalam tahun ini setidaknya sudah 2 kali mengubah APBDes.

Asmedi mengakui, kebijakan pemerintah pusat terkadang membuat bingung. Selain kebijakan yang terkadang tidak sinkron antara lembaga juga tak sesuai dengan masyarakat. “Sesama menteri saja beda, kita di bawah makin bingung, ucapnya.

Hanya saja lanjut Asmedi, selaku pemerintah desa pihaknya sellau siap menjalankan kebijakan dari pemerintah. “Untuk BLT sampai tahap 3 kami siap, dana sudah ada. Tapikan harus mengikuti aturan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (DPMD) A Fauzan Akmal SSTP MM mengakui saat ini pihaknya masih menunggu kepastian terkait perpanjangan BLT DD.

Hal itu kata Fauzan dikarenakan, adanya perbedaan antara Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Peraturan Menteri Desa (Permendes).

“PMK baru diperpanjang sampai bulan September, dimana 3 bulannya Rp 600 Rini, 3 bulan selanjutnya Rp 300 ribu. Sedangkan Permendes itu masih 3 bulan. Ini yang membuat bingung, tidak sama antara Permendes dengan PMK. Ini yang membuat para kades bingung,” jelas mantan Camat Prabumulih Timur ini.

Saat ini lanjut Fauzan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Tenaga Ahli (TA) hingga berkoordinasi dengan kabupaten kota lainnya. “Kami ada group, di TA juga ada group se-Sumsel jad memang bukan kota saja yang lain juga menunggu kepastian,” tukasnya.(08)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed