oleh

Terkait Pembangunan Tol, Dua Desa, 1 Kelurahan Rampung Pengukuran

-Metropolis-53 views

//Lahan Proyek Tol Indralaya-Muara Enim

PRABUMULIH – Dari total 1 kelurahan dan 6 desa, lahan warga dilintasi proyek tol Indralaya – Muara Enim.

Pengukuran untuk ganti rugi lahan warga yang dilintasi, Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menyelesaikan 1 kelurahan dan 2 desa.

Meliputi Desa Karya Mulya sebanyak 129 bidang, Kelurahan Tanjung Raman berjumlah 51 bidang, dan Desa Tanjung Batu totalnya 55 bidang.

Kepala BPN, Jakun Edi S SH MSi dibincangi awak media, belum lama ini membenarkan hal itu.

“Ketiganya, lahan sudah diukur sudah kita terbitkan daftar nominatif. Sudah kita umumkan, selama 2 minggu. Jika ada komplain dari masyarakat bisa diperbaiki,” ujar Jakun di ruang kerjanya kepada awak media.

Sementara itu, 4 desa lagi proses pengukurannya tengah berjalan. Dan, telah meminta pemilik lahan untuk memasang patok batas, memudahkan pengukuran petugas di lapangan.

“Kalau total terkena pembebasan lahan, ada 283 bidang. Desa Juga, pemilik lahan terkena proyek tol kita minta pasang patok batas,” terangnya.

Ditargetkan, kata Jakun, Juli akhir pengukuran lahan proyek tol selesai. Dilanjutkan, dengan pengumuman dan musyawarah besaran ganti rugi warga.

“BPN sendiri mengawal prosesnya hingga ganti untung selesai dan warga menerima haknya,” ucapnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan Jalan Tol di Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) prosesnya terus berjalan, sekarang ini masih tahap pembebasan lahan.

Pemerintah kota (Pemkot) mengusulkan, agar pintu keluar dan masuk tol di Kecamatan RKT dibangun rest area di kanan kirinya.

Selain itu, diusulkan juga jalan dari Simpang Empat Tugu Tani hingga ke pintu keluar dan masuk tol di perlebar. Supaya, tidak menimbulkan kemacetan menuju pintu keluar dan masuk tol.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dibincangi awak media di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2020) membenarkan usulan tersebut.

“Adanya rest area di Prabumulih, jelas menguntungkan kita. Akan mendorong ekonomi masyarakat di sekitar RKT. Warga lewat tol dari Indralaya ke Muara Enim, jelas akan beristirahat dan makan di Prabumulih sebelum melanjutkan perjalanan dan sebaliknya,” jelas orang nomor wahid di Prabumulih ini, kemarin.

Lanjut Politisi Golkar ini, adanya pelebaran jalan dari Simpang Empat Tugu Tani hingga ke pintu keluar dan masuk ke tol. Kata suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini bisa meminimalisir kemacetan terjadi.

“Kita usulkan juga, jalannya diperlebar dan diperbesar. Sekarang ini, proyek tol sendiri tengah proses pengukuran untuk pembebasan lahan dilakukan Badan Pertanahan Negara (BPN),” sebut ayah tiga anak ini.

Lanjut adik Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel) ini didasari laporan BPN, dua kelurahan dan satu desa pengukuran sudah selesai. Dan, pengumuman daftar nominatif tengah berjalan.

“Sedangkan, 4 desa lainnya diminta dipasangi patok batas, untuk memudahkan pengukuran lahan warga hendak dibebaskan dan mendapatkan ganti untuk proyek tol tersebut,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed