oleh

Terkait Angkutan Kayu Bebas Melintas, Layangkan Surat ke Gubernur

PRABUMULIH – Aliansi Gerakan Masyarakat Sipil (AGRESI), nampaknya makin serius dengan komitmennya menolak angkutan kayu melintas di Kota Nanas ini.

Karena, dinilai angkutan kayu telah merugikan masyarakat yang dilintasinya, tanpa adanya kontribusi nyata.

Bahkan, surat pun telah dilayangkan ke Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru SH MM untuk beraudiensi menyampaikan pemasalahan atau persoalaan angkutan kayu yang masih bebas melintas, diusulkan untuk distop melintas.

Atau, disiapkan jalan khusus seperti halnya angkutan batubara yang telah distop terlebih dahulu oleh Gubernur Sumsel.

Kordinator AGRESI, Sastra Amiadi menyebutkan, surat telah dilayangkan ke Gubernur Sumsel, untuk bertemu pada Kamis ini (24/1). Pihaknya sekarang ini, tengah menunggu surat balasan.

“Surat tersebut, kita minta bertemu Pak Gubernur (Herman Deru, red), supaya mengambil sikap terhadap angkutan kayu yang ke PT TEL. Kerap kali, melintasi Jalan Sudirma dengan tonase berlebih,” ujar Sastra kepada sejumlah awak media, Selasa (22/1).

Audiensi tersebut, pihaknya akan mengirim perwakilan saja. Selain itu, kata dia, tidak hanya mendapatkan dukungan dari Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM untuk penyetopan angkutan kayu berupa rekomendasi. Tetapi, juga sejumlah kades dan lainnya.

Ungkapnya, karena selama ini angkutan kayu tidak memberikan kontribusi bagi desa yang dilintasinya dan juga Pemkot.

“Malahan, akibat aktivitas angkutan kayu ini dan hanya menikmati debu saja. Jalanan menjadi rusak, dan merugikan masyarakat. Apalagi, bisa dilihat kayu yang diangkut tonasenya jelas melebihi ketentuan,” tandasnya.

Masih kata Sastra, di salah satu desa di dekat aktivitas angkutan kayu. Setiap harinya dilalui angkutan kayu, hampir 25 tahun. Tetapi, warga tidak pernah merasakan kontribusinya. Kecuali, jalan rusak dan berdebu.

“Perusahaan cendrung cuek, tidak ada perbaikan jalan yang dilakukan. Apalagi, untuk dana CSR digulirkan,” bebernya.

Demikian pula, kata Anggota AGRESI, Silvanus Demansyah menerangkan, apabila tidak ada solusi. Maka, AGRESI akan mengadakan aksi lagi, dan itu sudah tertuang pada surat yang dilayangkan buat Pak Geburnur.

“Audiensi ini, langkah persuasif yang kita lakukan ke Gubernur Sumsel. Ada 12 orang perwakilan kita menghadap gubernur, termasuk sejumlah kades,” ucapnya.

Lalu, sebutnya kalau tidak ada titik temu. Langkah yang diambilnya, akan mengelar aksi damai dengan tiga titik kumpul dengan massa minimal sekitar 1.500 orang. Terakhir, ia akan mengajukan gugatan class action ke Pengadilan Negeri (PN).

“Kita sangat berharap dengan adanya audiensi ini, ada solusi terbaik dari Pak Gubernur. Apalagi, ini menyangkut kepentingan masyarakat yang sudah resah dilintasinya angkutan kayu, tetapi tidak ada kontribusinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Drs Mulyadi Musa MSi dikonfirmasi membenarkan, kalau rekomendasi tersebut sudah ditandatangani Wako dan telah diserahkan ke Perwakilan Agresi.

“Wako mereka (Agresi, red) demo, Pak Wako tidak ada. Makanya, ketika menghadap dan bertemu Wako. Rekomendasi penyetopan angkutan kayu disetujui. Rekomendasi sudah diserahkan kepada Perwakilan Agresi untuk dibawa ke Gubernur,” tukasnya.

Lebih jauh, kata Mulyadi pada rekomendasi tersebut. Wako juga mengusulkan perbaikan Jalan Lingkar sepanjang 22 KM dengan lebar 12 meter kepada Gubernur. “Lantaran, perbaikan Jalan Lingkar yang dilakukan sebelumnya baru sebagian. Dan, tahun ini perbaikannya bisa direalisasikan,” pungkasnya. (03)

News Feed