oleh

Tergugat Siap Berdamai, Asalkan…

PRABUMULIH – Kuasa hukum tergugat proyek lahan tol di Desa Jungai, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Yulison Amprani SH MH didampingi Sanjaya SH mengaku, bersedia berdamai dengan pengugat.

Asalkan pengugat menunjukkan surat asli kepemilikan lahan atau sebagai hak legalitas, diakui pengugat lahan miliknya. Tetapi, hingga mediasi terakhir Senin lalu (14/6/2021) pengugat tidak mau alias enggan menunjukkannya.

Hingga akhirnya mediasi itu deadlock, dan dilanjutkan sidang sengketa. Informasi dihimpun awak media, akan dilanjutkan kembali Senin mendatang.

“Katanya mau damai, tetapi enggan tunjukkan surat asli sebagai kepemilikan lahan sah. Dengan alasan, itu materi pokok gugatan. Kalau demikian, mengapa harus mediasi. Makanya, memang dilanjutkan saja ke sidang sengketa,” ujar Icon, sapaan akrabnya kepada awak media, Selasa (15/6/2021).

Ia juga menyesalkan, pengugat nampak kurang serius terhadap gugatannya. Terlihat, sering kali datang terlambat. Sehingga, membuat sidang terlambat. “Seperti sidang mediasi terakhir, setelah ditunggu lama. Detik-detik terakhir baru datang, dan akhirnya tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Hingga sidang gugatan ini tidak tercapai kesepakatan mediasi,” jelas pengacara bertubuh besar dan berkacamata ini.

Ungkap Bang Icon, ia optimis bisa memenangkan perkara ini. Apalagi, kata dia dengan kepemilikan lahan sah berupa sertifikat dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Intinya, kita siap menghadapi gugatan sengketa lahan 18 klien kita. Termasuk juga, Camat RKT, Kades, dan BPN. Karena, kita yakin dengan kepemilikan sertifikat merupakan legalitas sah atas kepemilikan lahan tersebut,” terangnya.

Terpisah, Perwakilan Keluarga, Ricard dikonfirmasi juga tidak menampik, tidak adanya kesepakatan damai pada sidang media, Senin lalu.

“Karena, tidak ada titik temu. Yah sudah kita lanjutkan saja, proses hukumnya. Biar majelis hakim memutuskan, siapa pemilik lahan sah. Tentunya, dengan bukti dan fakta persidangan nantinya,” bebernya.

Ketua PN, Yanti Suryani SH MH dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Iya mas, sidang mediasi antar kedua belah pihak tidak tercapai kesepakatan damai. Sehingga, berlanjut ke sidang sengketa,” terangnya.

Alasannya, kata Yanti karena semua pihak punya alasan kuat. Sehingga, perlu diuji melalui sidang sengketa. “Kita hanya melakukan uji terhadap fakta persidangan, dan nantinya majelis hakim memutuskan perkara ini,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed