oleh

Tenggat hingga 20 Nopember, Belum Diperbaiki Ancam Pidanakan

PRABUMULIH – Gerbang kota mengalami kerusakan ditabrak tronton beberapa waktu lalu, meski pemiliknya sudah menandatangi pernyataan siap memperbaiki kerusakan sejauh ini belum diperbaiki.

Tetapi nyata hingga sejauh ini belum ada tindak lanjut, untuk perbaikan sarana prasarana miliki Pemerintah kota (Pemkot).

Kesal melihat tidak ada pertanggung jawab, pemilik mobil tronton tersebut. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Martodi HS SH MM menegaskan, memberi tenggat hingga 20 Nopember mendatang.

“Jika tidak diperbaiki, masalah ini akan dipidanakan. Lantaran, sudah jelas mobil tronton tersebut menabrak fasilitas umum (Fasum) dibangun Pemerintah kota (Pemkot). Tetapi, tidak mau bertanggung jawab,” ujar Martodi kepada awak media, akhir pekan ini.

Sebutnya, sesuai aturan dan ketentuan, kalau fasum dirusak mobil tronton menjadi tanggung jawab pemiliknya. “Kalau tidak mau bertanggung jawab, harusnya jangan melintas dalam kota. Sehingga, tidak terjadi tabrakan dan merusak gerbang kota (Fasum milik Pemkot, red),” tukasnya.

Sambungnya, sudah jelas telah dilakukan mobil trontonnya sudah melanggar Perwako 61/2019. Kalau mobil tronton dilarang masuk dalam kota, dan memaksa masuk hingga akhirnya menyenggol gerbang kota karena ketinggian barang di bawahnya.

“Kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, akan kita laporkan permasalahan ini. Sudah kita surati dan hubungi, tetapi belum ada respon,” tegasnya.

Kata Mantan Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) perbaikan gerbang kota tersebut diperkirakan Rp 50 juta.

“Hal itu juga sebagai efek jera dan peringatan bagi pemilik angkutan berat, agar angkutannya lewat Jalan Lingkar. Tidak lagi, lewat dalam kota,” pungkasnya. (03)

 

Komentar

News Feed