oleh

Tembak Mati Empat Sindikat Narkoba

MARTAPURA – Selama 2018 ini Badan narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel telah memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak mati empat sindikat Narkotika dengan barang bukti jenis sabu sebanyak 25 kilogram.

Di Sumsel, penyalahgunaan narkoba mencapai 100.000 orang sehingga setidaknya 10 kilogram narkoba masuk setiap bulan.

“Tahun 2018 ini yang ditembak mati sebanyak empat orang tersangka. Dari hasil penangkapan sudah ada tersangka yang dijerat tindak pidana pencucian uang,” kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan pada sosialisasi bahaya Narkoba  di ruang Bina Praja Pemkab OKU Timur, lalu.

Menurutnya, masuknya Narkotika ke Sumsel sebagian besar dari Aceh, Medan dan Riau, dengan menggunakan jalur darat dan laut. Untuk jalur laut sindikat Natkotika biasanya memanfaatkan jakur tikus menuju Tanjung Api-Api, Banyuasin dan Tulung Selapan, OKI.

“Dari data yang ada sudah ditemukan 3 kilogram Sabu dan 5000 butir pil ektasy yang masuk melalui Tulung Selapan,” ujarnya.

Sedangkan melalui jalur darat, Barang Bukti yang disita pertama ada 17 kilogram kemudian 3 kilogram dan terakhir 2 kilogram. “Untuk jalur laut sedang kita pantau tapi kendala jaringan Narkoba ini hebat sementara alat yang kita miliki masih minim, ini juga yang menjadi kendala,” tambahnya.

Modus yang digunakan sindikat Narkoba ini kata Dia,  selalu berubah-berubah. “Untuk penyalahgunaan Narkotika di Sumsel mencapain100 ribu orang sehingga setiap bulan setidaknya 10 kilogram Narkotika yang masuk,” ungkapnya.

Faktor ekonomi dan mudah direkrut sehingga banyak yang menjadi kurir meskipun upah yang diterima sangat kecil. Saat ini sudah jarang menggunakan suntik contohnya putau karena terancam HIV, AIDS.

Sedangkan Bupati OKU Timur, HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi, menjelaskan, peredaran Narkotika biasanya melalui tempat hiburan malam, sementara di OKU Timur tidak ada hiburan malam.

“Tapi di tengah-tengah masyarakat saat ada acara orgen tunggal itu bisa rawan jadi lokasi peredaran narkoba. Sekarang bukan generasi muda lagi yang jadi targetnya, tapi sudah menyasar ke anak-anak. Kita wajib menyampaikan tentang bahaya Narkotika kepada masyarakat, karena Narkotika merupakan musuh bersama,”pungkasnya. (clau)

News Feed