oleh

TEMBAK BANDIT JALANAN

PRABUMULIH – Aksi pelaku begal di kota Prabumulih makin mengkhawatirkan. Warga pun mulai ketakutan. Terlebih, aksi kejahatan jenis ini sering dilakukan di jalanan.
“Kita saat ini sudah membentuk tim Satgas Anti Begal dan Pungli. Tujuannya memberantas kejahatan jalanan khususnya dalam wilayah hukum Polres Prabumulih ini,” tegas Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SH SIk MH, siang kemarin (15/7).
Tak dipungkiri, pelaku kejahatan jenis ini meresahkan warga. Untuk itulah, Polres Prabumulih bersama Polsek yang ada telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) mengantisipasi begal dan aksi kejahatan jalanan pungutan liar (pungli, red).
Kapolres mengatakan, ada sekitar 126 orang personel gabungan Polres dan Polsek diterjunkan untuk mengantisipasi berbagai aksi kejahatan seperti 3C (Curat, Curas, dan Curanmor). Tim ini juga akan menyikat pelaku pungli yang masih berani beraksi khususnya di kawasan Jalan Lingkar Timur (Jalingtim) kota Prabumulih.
“Jadi, tim khusus ini dibentuk dengan jumlah personelnya sebanyak 126 orang. Untuk mengantisipasi dan memburu pelaku kejahatan jalanan termasuk pelaku pungli yang sudah menjadi prioritas utama kami saat ini,” kata dia.
Dalam tugasnya, lanjut AKBP Tito, tim Satgas Anti Begal dan Pungli ini diperintahkan untuk mengambil tindakan tegas. Bahkan tim Satgas pun diperintahkan tegas menembak mati begal demi keamanan dan kenyamanan warga.
“Ketegasan yang terukur dari petugas semata-mata sebagai upaya memberikan rasa tenang kepada masyarakat,” imbuhnya. Mantan Kasubagrim Bagdiapers Mabes Polri inipun menilai ada sejumlah titik di wilayah hukumnya yang rawan akan 3C. Namun demikian, Tito juga mengaku telah memetakan sejumlah lokasi di dalam wilayah kota Prabumulih ini yang dianggap rawan begal dan pungli tersebut dengan menggencarkan patroli dan razia pada malam hari.
“Patroli dan razia kami intensifkan terutama pada malam hari di titik-titik rawan. Anggota juga disebar di lokasi-lokasi tersebut untuk mengamankan aktivitas warga dari aksi begal dan pungli ini,” terang Kapolres.
Lebih lanjut disampaikan Tito, Satgas Anti Begal dan Pungli inipun melakukan berbagai kegiatan polisional sebagai bentuk antisipasi kejahatan jalanan (street crimes). Patroli yang dilakukan Satgas, kata Tito untuk mempersempit ruang gerak para pelaku begal yang meresahkan masyarakat. “Pada intinya tim Satgas yang dibetuk ini bertekad terus bergerak memburu bandit jalanan,” sambungnya.
Kapolres pun menuturkan selain menggelar patroli skala besar dan patroli dinamis, Satgas juga melaksanakan patroli sambang dialogis dengan berbagai lapisan masyarakat maupun komunitas. “Pelibatan unsur masyarakat juga sebagai bentuk harmonisasi dengan mengedepankan peran serta masyarakat secara proporsional,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi korban jiwa, Kapolres Prabumulih mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya pengendara bermotor agar mewaspadai para pelaku kriminal. Sebab, sambung dia para pelaku tidak segan-segan melukai bahkan membunuh korbannya. “Dengan disiagakan personil dapat mengurangi aksi kejahatan di jalanan,” tukasnya. (07)

News Feed