oleh

Telan Puluhan Miliar, Kini Stadion Terbengkalai

PRABUMULIH – Apa kabar stadion atau gelanggang olahraga di jalan Lingkar (Jaling) Timur? Gelanggang olahraga yang telah menghabiskan anggaran total sekitar Rp38 miliar tersebut kini mangkrak dan terbengkalai.
Rumput dan ilalang kini tumbuh di mana-mana. Pagar, dinding dan atap tribun pun sudah tak karuan.
Proyek satu ini sebetulnya sudah direncanakan sejak 2009 lalu, dengan taksiran awal anggaran pembangunannya akan mencapai sekitar Rp170 miliar. Rencananya, fasilitas umum satu ini akan dilengkapi dengan kolam renang, gedung olah raga terbuka dan tertutup, serta site development.
Nah, di tahun 2014 anggaran pun mulai dikucurkan sebesar Rp5,1 miliar untuk pembangunan pagar dan perataan tanah.
Di tahun berikutnya, dana segar kembali digulirkan. Kali ini mencapai sekitar Rp28 miliar. Anggaran sebanyak itu digunakan untuk membuat gerbang, lapangan, drainase, lintasan pacu dan tribun. Kemudian di tahun 2016, suntikan dana kembali dilakukan. Meski kali ini jumlahnya hanya Rp5 miliar untuk pembangunan pagar dan tribun. Dan total anggaran yang telah dikeluarkan saat itu mencapai Rp38 miliar.
Setelah itu, anggaran untuk proyek stadion dihentikan karena defisit anggaran di tahun 2017. Dan di tahun ini, secuilpun dana tak dikucurkan untuk proyek itu.

Sejumlah masyarakan yang sempat dimintai tanggapan terkait masalah ini mengaku menyayangkan terbengkalai stadion olahraga itu.
“Tentu kami tengah menantikan pemerintah untuk membangun stadion satu-satunya yang dapat kami sebagai warga banggakan ini dibangun sampai benar-benar selesai. Namun nyatanya sudah lebih dari empat tahun belum juga selesai, apalagi kondisinya sekarang tidak dirawat lagi. Sayang sekali stadion megah ini dibangun untuk Prabumulih menjadi tuan rumah dalam gelar PON 2019 mendatang, tapi sekarang kondisinya saja sudah rusak,” ungkap Yusri (45), seorang warga di Jalan Bangau Kelurahan Tugu Kecil, Prabumulih Timur, kemarin (11/3).
Iapun menilai, pihak Pemkot Prabumulih tak bisa membiarkan begitu saja proyek tersebut. Karena dana yang telah dihabiskan akan sia-sia. “Yang jelas dapat diupayakanlah oleh pemerintah untuk kepentingan masyarakat banyak. Lihat saja kondisinya sekarang sudah tidak dirawat itu, sudah bertahun-tahun pembangunannya tapi belum juga selesai. Walaupun warga nanti juga tidak bisa menggunakan fasilitasnya, setidaknya masyarakat bisa melihat realisasi pembangun pemerintah itu benar-benar ada, bukan dibiarkan terbengkalai seperti itu mas,” tuturnya.
Sementara hal yang sama juga disampaikan, Anita Putriani (21) seorang warga yang bertempat tinggal tidak jauh dari kawasan lokasi pembangunan Stadion itu mengaku sangat memprihatinkan dengan kondisi pembangunan proyek Stadion tersebut. Dia menjelaskan sejak kelulusan SMA hingga dirinya melanjutkan kuliahnya di Universitas di Palembang, pembangunan stadion olahraga Prabumulih itu masih belum juga selesai.
“Baru-baru ini juga saya dengan teman saya jalan ke arah sana ingin melihat kondisi stadion itu sekarang. Saat melintasi daerah stadion itu jadi takut karena terlihat lokasinya kayak serem banget gitu, besi pagarnya juga sudah tidak ada lagi. Kami berharap ini menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan pengawasan atau patroli juga,” ucapnya ketika dimintai keterangan mengenai kondisi gedung tersebut.
Melihat kondisi pembangunan proyek tersebut, Anita pun mengaku sangat prihatin, apalagi ia melihat bagian-bagian bangunan stadion yang dikerjakan pihak pemborong sudah mulai banyak retak dan rusak, rumput liarpun tumbuh tinggi.
“Kalau saya sebagai warga sudah lama menantinya. Sudah sejak tahun 2015 yang lalu dibangun sampai sekarang kondisi stadion ini masih saja seperti itu, material berserakan, dinding bangunan stadion sudah lumutan, bahkan di sekitarnya saat ini sudah ditumbuhi rumput tinggi lagi itu kan sama saja tidak ada aktivitas lagi dan terkesan mubazir saja,” tambah Yuni Uswatun SHi MH, seorang perempuan yang pernah berprofesi sebagai dosen di salah satu Universitas di Jakarta turut menanggapi kondisi pembangunan stadion, kemarin (11/3).
Warga yang menetap di jalan RA Kartini, Sukajadi inipun menyampaikan, bagi masyarakat yang ada terutama warga yang berpemukiman di Kota Prabumulih tentunya sudah banyak yang menanti-nanti hadirnya salah satu pembangunan milik Pemkot Prabumulih tersebut dapat segera selesai dibangun dan beroperasi. Mereka khususnya warga setempat berharap, sambung dia, keberadaan stadion ini memberi manfaat pada perekonomian.
“Tapi kalau sudah bertahun-tahun sampai sekarang juga kondisinya seperti itu, ya mau sampai kapan lagi rakyat menunggu dan bisa merasakannya dampak dari pembangunan pemerintah itu. Belum lagi, saya dengar pernah hilang besi pagar stadion itu dicuri orang juga, kok bisa ya,” cetusnya seraya meminta kepada semua pihak berkompeten dapat membahas soal kondisi tersebut.
Hal senada juga disampaikan Syahfirin Abdullah, warga sekitar yang tinggal di wilayah Kelurahan Sukaraja, Prabumulih Selatan itu mengaku sangat mendukung pembangunan stadion dan meminta agar proyek tersebut dapat segera terealisasi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota ini.
“Pembangunan stadion sangatlah positif, di mana stadion itu adalah aset milik kota Prabumulih, dan kita merasa bangga. Jalanan di sekitar sini menjadi ramai nantinya. Dan sampai saat ini pun tidak ada komplain dari warga,” tuturnya.
Namun hal itu, lanjut dia, banyak warga termasuk dirinya masih berharap serta meminta kepada pihak terkait dapat lebih memperhatikan kembali pembangunan proyek mega tersebut jangan sampai menimbulkan keluhan banyak warga nantinya. Ia katakan, dampak dari pembangunan Stadion tersebut dinilai sangat baik.
“Kami juga sangat senang terhadap dengan pembangunan stadion. Para penonton yang berdatangan nantinya kan tidak hanya untuk menonton ketika ada pertandingan sepakbola, melainkan rutin berolahraga di area stadion, atau rekreasi, dan wisata juga,” bebernya.
Persoaalan pembangunan proyek stadion tersebut, sambung Syahfirin, sampai saat ini dapat menjadi masalah besar bagi pihak Pemkot Prabumulih yang lebih mementingkan mengeluarkan dana anggaran milik negara ratusan miliar rupiah daripada menuntaskan kepentingan utama warganya.
“Membangun stadion ini sampai menelan APBD yang nilainya tidak sedikit, berdalih kepentingan masyarakat bisa diwujudkan. Nah kita ini menjadi tidak bisa membedakan, mana kepentingan pejabat dan politisi yang dibungkus kepentingan masyarakat,” tukasnya. (07)

News Feed